GAPMMI: Pendampingan UKM Oleh GIT Diharapkan Hingga Indonesia Timur

0
85
Ilustrasi UKM

JAKARTA – Cakupan area dari Galeri Inovasi Teknologi (GIT) diharapkan bisa sampai ke Indonesia Timur, sehingga dapat menjangkau pengusaha kecil di seluruh Indonesia.

Doni Wibisono, Ketua Komite Kebijakan Publik dan Hubungan Lembaga, Gabungan Asosiasi Pengusama Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), mengatakan bahwa dukungan GIT yang dikelola oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) sangat mungkin untuk memfasilitasi Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga Indonesia Timur.

“Selama ini pendampingan UKM oleh berbagai lembaga sebagian besar dilakukan di Pulau Jawa. Dengan jejaring MITI yang luas, Galeri Inovasi Teknologi sangat mungkin untuk memfasilitasi UKM hingga Indonesia Timur,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2015).

Kemudian, Sri Harjanto, Direktur Pemberdayaan Industri dan Sektor Privat MITI, yang memimpin pengembangan proyek GIT menyampaikan masyarakat dapat mengakses layanan GIT dengan mudah. Pasalnya, banyak ahli, terutama ahli pangan di level Asean yang berasal dari Indonesia. Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia khususnya untuk mengembangkan UKM-UKM yang ada.

“Selain para ahli, dalam platform GIT ini, UKM juga dapat menimba ilmu dari UKM lainnya yang sudah dahulu dapat menyelesaikan permasalahan di industri yang serupa,” jelasnya.

GIT telah diluncurkan pada 2013 oleh dan telah memfasilitasi puluhan pihak industri untuk berkonsultasi dengan para ahli. GIT dapat diakses bebas melalui alamat daring http://git-miti.com/ bagi masyarakat dan industri yang memiliki permasalahan terkait teknologi. Hampir 90% masyarakat yang telah memanfaatkan platform ini adalah industri pangan.

GIT merupakan platform yang menjembatani permasalahan para praktisi industri untuk diselesaikan bersama para ahli di bidangnya secara online dan offline. Selama satu tahun ke depan, platform itu diharapkan dapat diduplikasi oleh negara-negara Asean.

Saat ini GIT lebih banyak menargetkan pengusaha perempuan di sektor pengolahan pangan lokal yang bertujuan untuk meningkatkan produk mereka melalui inovasi produk, proses atau model bisnis mereka.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here