Rupiah Melemah, Industri Tas Daun Pandan Bergairah

0
212
Ilustrasi Tas Daun Pandan

KULONPROGO – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar saat ini, justru membuat industri rumahan kerajinan serat alam berbahan daun pandan di Dusun Tanggulangin, Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan bergairah. Sebab melemahnya nilai tukar rupiah, membuat kerajinan daun pandan ini terasa murah bagi konsumen luar negeri hingga pesanan dari mancanegara pun mengalami peningkatan.

Salah satu perajin di Tanggulangin, Agus Riyanto menyampaikan, peningkatan pesanan kerajinan daun pandan sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Peningkatan pesanan berkisar 15 persen dari konsumen normal.

“Kerajinan serat alam berbahan daun pandan yang paling banyak dipesan adalah tas. Namun, kami juga membuat produk lain seperti karpet dan boks,” katanya, Selasa (1/9/2015).

Banyaknya pesanan tas daun pandan, membuat para perajin di Tanggulangin kewalahan. Agar seluruh pesanan bisa terpenuhi, industri rumahan di daerah tersebut terus saja menambah jumlah karyawan untuk membantu proses produksi.

“Omset kami juga bertambah dari sekitar Rp 250 juta menjadi Rp 300 juta per bulan,” ujarnya senang.

Salah satu eksportir, Santoso menambahkan, selain karena kondisi ekonomi, peningkatan pesanan juga disebabkan lantaran tas daun pandan dari industri rumahan di Tanggulangin sedang naik daun di Eropa dan Amerika. Tas ini banyak dipasarkan ke sejumlah negara seperti Inggris, Perancis, Spanyol dan Belanda.

“Kami mengirimkan sedikitnya 1.500 tas daun pandan ke luar negeri setiap bulan,” tandasnya.

Sumber: krjogja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here