Hanya Lima Menit, 4 Kuintal Bakpia Ludes

0
11
Warga berebut bakpia yang dirangkai menjadi dua gunungan pada acara Merti Bakpia di Jalan KS Tubun, Yogyakarta, kemarin. Kegiatan yang digelar di pusat pembuatan dan penjualan bakpia tersebut menjadi ajang promosi wisata dan produk unggulan di Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Event Merti Bakpia alias Bakpia Day yang digelar pelaku UKM bakpia di wilayah Ngampilan, berlangsung cukup meriah. Warga bahkan tak sabar memperebutkan dua gunungan bakpia yang dikirab dengan rute sejauh dua kilometer.

Akibatnya, bakpia seberat empat kuintal itu ludes “dirayah” warga tak sampai lima menit. Warga sudah berkerumun di pinggiran jalan mulai dari start kirab di Kantor Kelurahan Ngampilan, hingga Jalan KS Tubun titik finis kirab sekaligus tempat gunungan diperebutkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, gunungan bakpia langsung habis dalam sekejap saja.

Event kali ini merupakan edisi keempat sejak digelar pertama kali pada 2012 silam. Namun kali ini, event dibuat lebih meriah. Gunungan bakpia yang dibawa, yakni gunungan lanangdan wadon, juga dibuat lebih besar. Jika tahun lalu berisi 7.000 bakpia, kali ini jumlahnya bertambah menjadi 8.000. “Saya sengaja datang ke sini untuk ikut berebut bakpia.

Tahun lalu juga saya ikut, alhamdulillah dapat juga,” ucap Martono, salah satu warga asal Bantul yang sengaja datang bersama rekan-rekannya. KetuaPanitiaBakpia DayWagiman mengatakan, kegiatan diikutiseluruhpelakuUKMbakpia di wilayah Ngampilan. Secara keseluruhan 105 pelaku UKM bakpia di kawasan tersebut. Mereka tergabung dalam tiga koperasi yakni Sumekar, Laris Manis, dan Koperasi 711.

“Semua bakpia yang diperebutkan berasal dari para pelaku UKM. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi wilayah Ngampilan sebagai sentra produksi bakpia,” kata Wagiman. Sumiyati, Ketua Koperasi Sumekar mengatakan, event Bakpia Day diharapkan mampu mendongkrak kembali penjualan bakpia yang turun hingga 20% usai Lebaran lalu.

Pada hari biasa, setiap anggota koperasi sanggup memproduksi 2.000 bakpia. Produksi akan meningkat hingga 600 dus per hari saat long weekend. “Sekarang produksi turun 20% sejak setelah Lebaran. Kami berharap bisa terdongkrak naik lagi melalui Bakpia Day dan puncak kenaikannya nanti pada akhir tahun,” katanya.

Lurah Ngampilan, Maryuni menambahkan, sebelum acara puncak pihaknya sudah mementaskan gelar potensi Kelurahan Ngampilan pada 13 September. Kegiatan itu diisi pentas taritarian hingga ketoprak Hadi Seno Budaya. “Kami juga menggelar potensi unggulan osengo seng mercon di sepanjang Jalan KH A Dahlan,” ucapnya. Sementara, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, Bakpia Day atau Merti Bakpia sangat bermakna bagi penguatan ikon pariwisata Yogyakarta.

Di mana bakpia menjadi salah satu industri makanan yang berkembang di daerah ini. “Bakpia adalah identitas Kota Yogyakarta. Siapa yang datang ke sini belum lengkap jika belum mencicipi dan membawanya sebagai oleholeh. Saya apresiasi kegiatan ini mudah-mudahan makin bisa menarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta.

Pesan saya, kualitas terus ditingkatkan dan dijaga baik kualitas rasa, kemasan, dan harga agar bisa mempertahankan trademark bakpia bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika kualitas rasa terjaga wisatawan akan mudah membedakan bakpia Yogyakarta dan dari luar Yogyakarta,” tandasnya.

Sumber: koran-sindo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here