Kreativitas dan kerja keras kunci kemajuan bisnis UMKM

0
232

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah terbukti mampu bertahan dalam kondisi krisis ekonomi. Pada krisis moneter 1998, UMKM menjadi bantalan perekonomian Indonesia.

Permasalahan pengembangan UMKM ternyata tidak melulu mengenai modal. Faktor penting lainnya adalah kreativitas. Pernyataan tersebut disampaikan pemilik GS4 Woodcraft Retno Hastuti.

Retno yang berdomisili di Malang, Jawa Timur ini sebelumnya tidak pernah memiliki modal untuk bisnis kerajinan kayu ini. Sebab, dia hanya menggunakan sisa dari potongan kayu pembuatan furniture sebagai bahan baku.

“Sebenarnya 1992 modal awalnya tidak ada. Karena saya ambil limbah teman, jadi saya ambil saja. Kami buat desain. Untuk alat juga sama, saat itu cuman minjem juga. Pas mereka istirahat, kami pakai alatnya,” ujarnya saat ditemui Merdeka.com.

Seiring berjalan waktu, ternyata bisnisnya semakin berkembang. Pesanan terus datang. Bahkan, jumlahnya terus meningkat. Saat itulah Retno memutuskan untuk membeli alat sendiri, dan memulai bisnisnya di rumah.

Pada 2002, dia mengikuti Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari Bank Mandiri. Dalam program yang ditawarkan bank pelat merah tersebut, Retno mendapatkan pelatihan dan kesempatan untuk mengikuti pameran.

“Saya pinjam Rp 10 juta, dapat dua kali latihan dan dua kali diberangkatkan pameran,” terangnya.

Retno mengungkapkan, usai mendapatkan pelatihan dan mengikuti pameran bisnisnya mulai dikenal sehingga orderan semakin banyak. “Yang penting itu gigih dan kreatif. Kebanyakan temen-temen cepet nyerah,” tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, apabila pemerintah menyelamatkan para pengusaha UMKM, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan terganggu dengan depresiasi nilai tukar Rupiah.

Enny menambahkan sudah seharusnya pemerintah memfokuskan sektor UMKM, salah satu cara sederhana dengan memberikan insentif kepada para pengusaha lokal. “Lalu bisa memberikan akses pasar keuangan yang mudah, pembinaan secara optimal sehingga mereka dapat mengembangkan teknologi,” jelas dia.

Dengan cara-cara tersebut, Enny meyakini sektor UMKM akan menjadi pendorong ekonomi nasional. “Ini merupakan momentum yang baik untuk memperbaiki struktur ekonomi, sektor UMKM kita bisa menjadi berkualitas dan berdaya saing,” katanya.

Sumber: Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here