Farah Qoonita Cerdik Manfaatkan Peluang

0
58
Farah Qoonita (Foto: Tribunnews)

Punya keterampilan desain grafis, membuat Farah Qoonita sering dimintai mengerjakan desain milik teman-temannya.

Melihat peluang bisnis dari keterampilannya, Qoonit, sapaan akrabnya, mengajak teman yang senasib dengannya untuk membuka usaha dibidang jasa desain dan video motion grafis.

Ia, bersama tiga temannya, Dian, Ria, dan Fahrul membuka Kanan Studio yang siap memberikan jasa pembuatan desain, seperti desain undangan, souvenir, Company Profil, Infografis, Video motion grafis, brosus, dan lainnya.

Qonit bersama tiga temannya tersebut masih menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sejak masa kuliah itulah Qonit mulai bersinggungan dengan dunia desain grafis. Saat ikut kepanitian dan aktif berorganisasi, ia selalu diminta mengerjakan publikasi.

Setelah teman-temanya melihat karyanya, Qonit sering dimintai mengerjakan desain mereka.

“Capek kan waktu itu banyak permintaan. Sibuk kuliah, organisasi, dan lain-lain. Terus kepikiran deh ngajak temen-temen buat bisnis ini,” ungkap Qonit kepada Tribun, Sabtu (29/8/2015).

Sama-sama aktif di Lembaga Dakwah Kampus, Qonit bersama tiga temannya bersepakat mendirikan Kanan Studio. Bisnis jasanya tersebut baru berdiri Maret 2015 lalu.

Mereka membangun bisnis dari awal hanya dengan berbekal gadget yang mereka miliki. “Kaya laptop, hardisk, komputer kan dari orang tua masing-masing ya. Mungkin ke depannya nanti Kanan punya komputer sendiri,” ujar Qoonit.

Dalam sebulan, Qonit dan rekannya bisa menerima delapan proyek pengerjaan desain.

Harga perdesainnya pun beragam, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Tergantung tingkat kesulitan desain sih,” jelas Qoonit.

Pelanggannya pun sudah mulai meluas hingga ke luar kota. Ia sempat menerima permintaan pembuatan desain dari Yogyakarta.

“Pernah juga ngerjain proyek infografis dibayar sekitar 2,4 juta,” ungkap Qonit.

Dalam sekali pengerjaan desain, waktu yang dibutuhkan sekitar tiga hari sampai dua minggu tergantung tingkat kesulitan.

Komisi dari pelanggan langsung masuk ke kantong Pendesain, sekitar 90%. Sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam kas Kanan Studio.

“10% dibagi dua lagi. 5% buat dana sosial. Rencana dalam waktu dekat mau baut Kurban. 5% lagi buat upgrading anak Kanan sendiri, misal sertifikat desain,” papar Qoonit.

Usahanya pun tidak semulus yang dikira. Kebanyakan permasalahan, bersinggungan dengan pelanggan. Ada yang rewel hingga revisi berkali-kali, ada yang masih ngutang, cuma bayar DP, dan lainnya.

Dari situ Qonit belajar banyak, sehingga terus memperbaiki usaha yang sedang ditekuninya saat ini.

“Dari MOU yang belum jelas sih rata-rata. Intinya mah kita terus belajar,” tutur Qoonit.

Awal berdiri, mereka pun gencar mempromosikan bisnis jasanya tersebut, dari via akun media sosial masing-masing hingga menyebarkan portofolio desainnya ke orang-orang.

“Waktu itu kebetulan ada seribu pengusaha di depan gedung sate. Akhirnya kita bagi-bagi portofolio kita di situ. Alhamdulillah ada yang ngerespon,” papar Qonit.

Mereka juga ikut The Local Enablers (TLE), yaitu forum bisnis Start Up mahasiswa di Unpad.

“Di situ juga banyak kenalan yang lagi pada berbisnis kan. Pada minta desain ke kita juga,” tambahnya.

Kanan Studio kini berkantor di Jalan Riung Mulya V. No. 25, Komplek Riung Bandung, Bandung Jawa Barat.

Meski demikian, dalam bekerja Qoonit dkk bisa mengerjakan tugasnya di mana saja.

Target ke depan, Ia berharap Studionya bisa mempunyai percetakan sendiri.

“jadi kita enggak jual softcopy atau desain, tapi dalam bentuk jadi.Terus punya dan menjual produk sendiri,” papar Qonit. Studionya kini juga tengah merekrut beberapa anggota baru. “Berempat doang keteteran. udah ada dua anak magang,” tambahnya.

Dengan bisnis yang dijalaninya sekarang, Qoonit sudah bisa memiliki uang saku sendiri. “Ya masih minta sih ke ortu. Tapi lumayan udah bisa beli macem-macem sendiri tanpa ngebebanin ortu,” ujar Qoonit.

Sumber: Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here