Indonesia Mendunia dengan Busana Muslim dan Produk Handmade

0
8
Salah satu rancangan Shafira yang menggunakan Songket Silungkang (sumber: metrotvnews.com)

Keputusan Indonesia untuk mencapai target menjadi kiblat fesyen muslim dunia, dinilai sudah tepat. Predikat negara muslim terbesar di dunia merupakan modal besar bagi Indonesia mengembangkan ambisinya jadi pusat fesyen muslim dunia.

Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai angka 250 juta jiwa, 90 persennya adalah muslim. Tak heran jika Indonesia seharusnya bisa jadi pusat fesyen muslim dunia, karena kebutuhan busana muslim pun tinggi.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pendiri Shafira, salah satu brand retail busana muslim terbesar di Indonesia, Gilarsi Wahyu Setiyono. Dengan target pasar yang lebih spesifik ia yakin Indonesia bisa mencapai targetnya.

“Kalau mendeklarasikan kiblat fesyen konvensional, pasti kalah sama New York, Milan, Paris. Tapi kalau masuk ke segmen spesifik, Indonesia punya kompetensi yang baik di sini,” kata Gilarsi dalam konferensi pers di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 2 September lalu.

Pasar yang lebih spesifik bukan satu-satunya modal Indonesia untuk merebut pasar dunia. Banyaknya produk fesyen hasil kerajinan tangan menambahkan nilai lebih. Sebab, kata Gilarsi, biasanya sesuatu yang bisa dikomputerisasi harganya bisa menjadi lebih murah. Sementara jika dibuat dengan tangan, akan dinilai sebagai sesuatu yang luar biasa.  “Kalau mengharapkan craftsmanship skill kita masih punya chance jadi winner. Kalau technological skill jelas kita kalah. Itu alasan yang paling besar kenapa kita mendorong Indonesia jadi kiblat fesyen,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pemilihan busana muslim dengan menggunakan material kain tradisional bisa membuat produk Indonesia lebih berkarakter dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Hal ini pun dipercaya bisa memperbaiki ekonomi bangsa.

Gilarsi mengatakan, nilai penjualan produk fesyen di dunia mencapai US$ 2,2 triliun. Sementara kata dia, pangsa pasar fesyen muslim bisa mencapai 23-24 persen. Jika Indonesia bisa menguasainya tentu akan sangat menguntungkan. “Nilai ekonomi sedemikian tingginya. Kalau bisa jadi leader, setidaknya kita bisa membawa perbaikan,” ujar Gilarsi.

Siapa pembeli busana muslim di luar negeri? Tentunya, siapapun bisa membelinya. Pemilik sekaligus Presiden Komisaris Shafira Corporation Fenny Mustafa mengatakan cukup banyak orang yang tertarik dengan busana muslim yang dipentaskan di panggung dunia. “Yang beli tentunya masyarakat muslim yang ada di negara itu, yang bukan muslim juga beli,” ujar Fenny ketika ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta.

Mantan Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Taruna K. Kusmayadi mengamini hal tersebut. Busana muslim di luar negeri bisa dibeli oleh siapa saja. “Busana muslim itu sudah seperti makanan halal. Siapa saja bisa beli karena tampilannya yang sopan,” kata Taruna.

Ketua tim perancang dari Shafira Shetyawan juga mengatakan hal yang sama. Busana muslim keluaran Indonesia bisa dipakai oleh siapa saja karena busana muslimnya juga bisa dikenakan tanpa hijab maupun kerudung.

“Kalau satu set baju, mau dipisahkan juga tetap bagus. Diambil jaketnya saja itu juga tetap bagus,” kata Shetyawan. “Di sana (New York) kami juga menampilkannya tidak terlalu seperti busana muslimah, misalnya kerudungnya hanya diikatkan saja,” lanjutnya lagi.

 

Sumber:

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150903105548-277-76365/busana-muslim-dan-produk-handmade-modal-indonesia-mendunia/

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150903180702-277-76515/siapa-pembeli-baju-muslim-rancangan-indonesia-di-luar-negeri/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here