Surabaya Tuan Rumah Sehari Pameran UKM

0
143
Semanggi, makanan khas Surabaya turut tampil dalam pameran usaha kecil menengah Expo 2015 yang digelar oleh Pusat Pelatihan Kerajinan Sampoerna, di Tunjungan Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/9). Aminah (34), perajin makanan tradisional itu memasarkan makanan buatannya tak lagi dengan digendong, melainkan dijual lewat situs daring seperti OLX dan Bukalapak. (Foto: Kompas.com)

Beragam hasil kerajinan usaha kecil dari sekitar 70 perajin tampil dalam pameran usaha kecil menengah Expo 2015 yang diadakan oleh Pusat Pelatihan Kerajinan Sampoerna di Tunjungan Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2015). Kerajinan yang ditampilkan mulai dari busana, aksesoris, pertanian, dan makanan olahan.

Pameran yang hanya berlangsung satu hari ini juga mengadakan beberapa seminar tentang bisnis usaha kecil dengan menghadirkan pembicara dari kalangan wirausahawan seperti Bondan Winarno, Darwis Triadi, dan Bu Rudi (pemilik rumah makan dan penjual sambal di Surabaya). Presiden Direktur PT HM Sampoerna Paul Norman Janelle manyampaikan, peran usaha kecil menengah ini sangat penting bagi Indonesia yang saat ini perekonomiannya sedang lesu. Oleh karena itu usaha kecil harus tetap didukung. “Usaha kecil menengah perlu ditaruh di depan supaya ekonomi negara dapat terus berkembang,” jelas Paul.

Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini yang turut hadir dalam pameran UKM itu pun mengapresiasi upaya PT HM Sampoerna memajukan UKM. “Para perajin UKM saya (Surabaya), sangat menunggu acara ini karena pemeran ini adalah kesempatan mereka memperkenalkan dan memasarkan hasil kerajinannya,” jelas Risma.

Menurut Risma, Pemerintah Kota Surabaya sejak 2010 telah membuat program Pahlawan Ekonomi. Untuk memajukan para pengusaha kecil itu, PT HM Sampoerna juga ikut membantu dalam penyediaan pelatihan dan manajemen usaha. “Kalau hanya mengandalkan pemerintah kota, kami tak akan kuat,” kata Risma.

Supiyatun (58), salah seorang perajin jamu yang turut hadir dalam pameran itu mengaku, sangat dibantu dengan pelatihan usaha yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan PT HM Sampoerna. Menurutnya, salah satu pelatihan yang diberikan adalah pengemasan jamu siap minum dan cara membuat merek. “Sebelumnya saya hanya menjual minuman jamu dengan plastik. Setelah mengikuti pelatihan, jamu saya kemas di dalam botol. Peminatnya jadi bertambah banyak,” jelas Supiyatun.

Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here