Nasi Goreng ala Kaki Lima Laris Diserbu Pengunjung di Museumsuferfest Frankfurt

0
79
Suasana stand Indonesia menyiapkan nasi goreng untuk pengunjung Museumsuferfest 2015 di Frankfurt, Jerman. (Sumber: food.detik.com)

Salah satu makanan populer Indonesia, Nasi Goreng, jadi primadona sajian di Museumsuferfest Frankfurt. Aroma wangi nasi goreng membuat setiap pengunjung mengintip gerobak khusus yang dibawa dari Indonesia. Tak ayal lagi sampai 40 kilogram beras ludes diolah jadi nasi goreng!​

​Meski terbata-bata menyebut ‘nasi goreng’, seorang pria setengah baya antri beli nasi goreng di tenda Indonesia di Museumsuferfest yang berlangsung akhir pekan ini di Frankfurt, Jerman. Indonesia menjadi Tamu Utama (guest country) di pesta rakyat tahunan terbesar di Eropa yang digelar di sisi Sungai Main. Museumsuferfest 2015 resmi dibuka pada Jumat (28/8) oleh wali kota Frankfurt am Main, Peter Feldmann dan duta besar Indonesia untuk Jerman, Fauzi Bowo.

​Nasi Goreng jadi primadona tenda Indonesia.​ Untuk memberikan sentuhan ​asli ​kaki lima, panitia secara khusus mengirimkan dua gerobak dengan menggunakan kapal. Tak hanya itu, bumbu-bumbu pun diangkut langsung dari Jakarta. Hanya beras yang dibeli di Frankfurt. Itu pun beras Thailand.

“Susah sekali nyari beras Indonesia di sini,” kata Chef Solihin yang ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli yang tiada putus-putusnya. “Ini memang di luar perkiraan kita, peminatnya banyak banget,” tambahnya.

Chef Solihin didatangkan dari Jakarta bersama tim yang terdiri Chef Ragil, Chef Agung dan Chef Aditya. Lebih jauh Solihin menuturkan, pada hari pertama pembukaan, Jumat (28/8) pihaknya membawa beras 20 kilo, dan langsung ludes dalam dua jam saja.

Nasi goreng tersebut dijual 5,50 euro per porsi. Mau tambah dengan sate? Bisa, tapi harganya tentu lain lagi. Yang jelas, permintaan sangat tinggi. Antrian selalu memanjang. Untuk mengantisipasi, maka pada hari kedua, Sabtu (29/8) tim chef menyiapkan beras lebih banyak lagi.

“Kita bawa 40 kilo sekarang,” kata Solihin. Bersama dengan Chef Ragil, ia memasak nasi goreng dalam jumlah banyak sekaligus di gerobak yang terletak di luar tenda. Sementara, di dalam tenda, anggota tim lainnya, yang antara lain terdiri atas chef dari Frankfurt, menyiapkan sate.

Beberapa peminat tampaknya memang sudah cukup mengenal nasi goreng. Ada yang pernah datang ke Indonesia. Namun, sebagian besar lainnya ikut mengantri karena terdorong rasa ingin tahu dan minat untuk mencoba.

Kuliner Indonesia menjadi highlight di surat kabar Jerman, Frankfurter. (Sumber: Instagram Pulau Imaji)
Kuliner Indonesia menjadi highlight di surat kabar Jerman, Frankfurter. (Sumber: Instagram @pulauimaji)

Sejumlah bule yang ditemui secara jujur mengatakan bahwa rasanya cukup aneh, tapi mereka bisa menikmati. Lainnya memuji keunikan menu nasi goreng tersebut.

Selain tenda dan gerobak nasi goreng, tim dari Indonesia juga menyediakan satu tenda lainnya yang menjajakan rendang, mie goreng, tumpeng mini nasi kuning hingga lumpia. Tenda ini diberi nama ‘Sudi Mampir’ dan dikelola oleh ibu-ibu dari Konjen dan Kedutaan.

Bagi masyarakat dia​s​pora Indonesia di Jerman, kehadiran nasi goreng tersebut tentunya bisa mengobati rasa rindu pada kampung halaman. Tampak sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang tengah menuntut ilmu di sana memanfaatkan momen kehadiran Indonesia di Museumsuferfest tersebut untuk ​melepas kangen. Kapan lagi makan nasi goreng di bawah bulan purnama, di tepi sungai Main yang bermandi cahaya.

Pada acara yang berlangsung hingga Minggu (30/8) ini, antusiasme publik Eropa terhadap Indonesia sangat terlihat. Sebagai tamu utama pada Museumsuferfest tahun ini, Indonesia memasang panggung utama yang luasnya mencapai 800 meter dan dilansir paling ramai dikunjungi. Panggung Indonesia di Museumsuferfest mengusung tema “17.000 Islands of Imagination” dan menampilkan diantaranya Djaduk Ferianto dan Kua Etnika, Dwiki Dharmawan and His Polish Friends, Mian Tiara dan pianis Sri Hanuraga, Bonita and the Hus Band, JFlow, DJ Cream dan Dira Sugandi. Dari seni pertunjukan tradisional, ada penampilan dari barong Osing dan gandrung Banyuwangi. Tak ketinggalan warga Indonesia yang ada di Jerman juga akan memberikan sumbangan penampilan dari aksi angklung hingga tari saman.

Sumber:

http://food.detik.com/read/2015/08/31/125314/3005599/297/2/nasi-goreng-a-la-kaki-lima-laris-diserbu-pengunjung-di-museumsuferfest-frankfurt

http://hot.detik.com/read/2015/08/28/163201/3004057/1059/1/indonesia-di-museumsuferfest-2015-buah-keberanian-dan-kerja-keras

http://entertainment.merahputih.com/budaya/2015/08/30/museumsuferfest-2015-indonesia-jadi-headline-di-koran-jerman/24768/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here