Jelang MEA, PPK Sampoerna Kian Serius Promosikan Produk UKM

0
79

Surabaya – Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna kembali menggelar ajang promosi Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui “PPK Sampoerna Expo 2015”.

Acara yang akan digelar pada 5-6 September 2015 besok di Tujungan Plaza akan diikuti oleh sekitar 75 UKM unggulan, binaan PPK Sampoerna.

“Tidak seperti tahun lalu, pameran kali ini lebih selektif dalam menjaring peserta. Selain itu, konsep yang kami buat juga berbeda” ujar Clien Services Direktor PT Tiga Warna Prakarsa, Toufan Widhi Hatmoko kepada wartawan di Surabaya, Rabu (26/862015).

Menurut penuturannya, pada tahun lalu ada sekitar 101 UKM binaan PPK Sampoerna yang diajak. Sementara pada tahun ini hanya ada sekitar 75 UKM binaan dari berbagai sektor yang akan mengikuti pameran besok. Mereka adalah UKM yang sudah lolos seleksi selama mengikuti pelatihan. Selain diikuti oleh UKM binaan, pameran juga akan diikuti oleh 15 UKM umum, pemerintah dan juga akademisi.

“Seleksi kami lakukan karena konsep pameran kali ini lebih bagus dan tidak sama dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu hanya pameran biasa, tahun ini dibuat konsep booth yang penuh warna dengan didesain menyesuaikan jenis UKM yang menempati,” jelasnya.

Diantaranya ada booth crafting atau kerajinan yang akan diisi oleh 16 UKM di sektor kerajinan, booth garmen dengan 16 UKM, booth pertanian dengan jumlah 4 UKM dan booth food and baverage (FnB) dengan 21 UKM. Selain itu ada booth khusus untuk internal sampoerna atau untuk karyawan Sampoerna yang masih bekerja dan booth UKM umum yang bukan dari binaan Sampoerna.

Manager Contributions and CSR, Taruli A. Aritonang mengatakan, ada empat pilar yang menjadi kosentrasi penyaluran CSR perusahaan. Pertama adalah sektor pendidikan, kedua peningkatan ekonomi, ketiga pemberdayaan perempuan dan keempat tanggap bencana. Keempat pilar ini menurutnya masih tetap relefan untuk terus diterapkan di Indonesia.

Dan untuk mewujudkan pilar kesejahteraan ekonomi, PPK Sampoerna sejauh ini telah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lokasi operasional pabrik dan pengembangan kewirausahaan di Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan oleh PPK Sampoerna yang diberikan kepada pelaku UKM dari berbagai sektor ekonomi sejak 2007.

Setidaknya, sudah ada sekitar 22.000 peserta pelatihan, baik dari kelompok maupun individu yang telah mengikuti pelatihan di PPK Sampoerna. Dari jumlah tersebut, yang aktif dan masih konsisten menjalani bisnis mencapai 3.000 peserta.

“Memang dari seluruh peserta tidak semuanya berhasil. Tetapi yang kami lihat, dari satu saja peserta yang berhasil, selain mampu meningkatkan perekonomian keluarganya, ia juga akan mengajak tetangga ataupun saudaranya untuk membantu bisnis mereka. Sebab tidak mungkin satu orang mampu melakukan seluruh aktifitas bisnis, mulai dari produksi hingga pemasaran,” ujarnya.

Dan sebagai wahana promosi, juga digelar PPK Sampoerna Expo dalam setiap tahun sejak 2009. Untuk expo tahun ini mengambil tema, “Berani berminpi berani sukses”. Hal ini sejalan dengan tekat Sampoerna untuk menunjukkan bahwa UKM dalam negeri siap dan memiliki keunggulan dalam menghadapi MEA.

“Inilah spiritnya. UKM dalam negeri sebenarnya memiliki berbagai produk unggulan yang tidak kalah menarik dari produk luar negeri. Kami yakin mereka akan mampu bersaing saat MEA sudah dilaksanakan,” tegas Taruli.

Sumber: beritajatim.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here