Tiga Langkah UMKM & Koperasi Hadapi MEA

0
25
Ilustrasi ASEAN

BANDA ACEH – Pemerintah menyiapkan tiga langkah strategi agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi mampu bersaing dan merebut pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN). Indonesia diklaim memiliki 42 persen pangsa pasar ASEAN.

“Kita harus kuasai itu,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga usai membuka pameran perajin dan UMKM di Pasar Aceh, Banda Aceh, Senin (10/8/2015).

Menurutnya semua negara ASEAN tahu bahwa Indonesia memiliki potensi pasar terbesar, sehingga semua akan berupaya merebutnya. Untuk itu, kata dia, Kementerian Koperasi dan UKM kini menyiapkan tiga hal agar usaha dalam negeri tetap mampu bersaing.

Puspayoga mengatakan pertama adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM terutama lewat pelatihan-pelatihan. “Kedua bagaimana kita harus fokus meningkatkan kelembagaan koperasi,” sebutnya.

Selain memberikan pelatihan, kata dia, Kementerian Koperasi kini juga terus mengevaluasi koperasi, memberikan nomor induk, serta rencana pembubaran 62 ribu koperasi yang tidak aktif dalam tahun ini.

“Ketiga adalah memberikan fasilitas pembiayaan, kalau bunga perbankan tinggi kita akan sulit menghadapi MEA ini,” ujar Puspayoga.

Pemerintah, kata dia, sekarang sedang menyiapkan regulasi dan upaya penurunan suku bunga kredit usaha kecil yang kini sudah 12 persen. “Tahun 2016 kita harapkan bisa jadi 9 persen,” sebutnya.

Sementara Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Diding S Anwar mengatakan, pihaknya terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan UMKM, terutama dalam mendorong akses permodalan dan memberi penjaminan pinjaman.

“Pelaku UMKM yang saat ini berjumlah sekitar 55 juta pelaku, banyak yang belum bankable kendati secara kelayakan usahanya sudah feasible. Dengan adanya penjaminan dari kami, maka lembaga keuangan akan semakin percaya dan mudah menyalurkan kredit ke sektor UMKM,” ujarnya.

Sumber: okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here