Sleman Mampu Kurangi Angka Pengangguran

0
110
Ilustrasi pencari kerja

SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan, banyak hal yang telah dicapai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman selama lima tahun terakhir. Teruma di bidang fisik maupun sejumlah penghargaan yang dicapai.

Salah satunya realisasi APBD Tahun 2014. Dimana pendapatan mencapai Rp 2,076 triliun atau 105,46 persen dari target. Untuk belanja mencapai Rp 1,908 triliun atau 83,39 persen dari target. Sedangkan pembiayaan penerimaan sebesar Rp 431,35 milyar dan pembiayaan pengeluaran sebesar Rp 111,97 milyar, sehingga pembiayaan netto mencapai Rp 319,38 milyar.

“Berkat kebersamaan dan kerjasama antara seluruh masyarakat dengan Pemkab Sleman, pelaksanaan pembangunan di Sleman telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari hasil penghitungan IPM. Selama kurun waktu 5 tahun terakhir kualitas hidup penduduk berhasil ditingkatkan. Peningkatan nilai IPM masing-masing komponen selama lima tahun, yaitu untuk kesehatan dari sebesar 82,38 menjadi 84,65, pendidikan dari sebesar 83,44 menjadi? 86,85 dan pendapatan dari sebesar 65,90 menjadi 68,41,” katanya dalam syawalan bersama Gubernur DIY di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (4/8/2015).

Sedangkan berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas hidup dalam indeks pembangunan juga diupayakan melalui peningkatan kesejahteraan sosial. Salah satu tantangan selama lima tahun dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat adalah dapat menurunkan angka pengangguran terbuka. Jika tahun 2010 angka pengangguran masih 8,21 persen. Pemkab Sleman terus berupaya agar terus turun setiap tahunnya.

“Hasilnya di 2014, angka pengangguran Sleman bisa turun menjadi 6,17 persen,” jelasnya.

Peningkatan jumlah perusahaan juga terjadi di Kabupaten Sleman. Jika 2010 lalu, hanya ada 983 perusahaan. Kini telah meningkat menjadi 1.264 perusahaan pada akhir tahun 2014. Hal ini diiringi oleh peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap. Jika 2010 lalu ada 46.646 orang, kini menjadi 75.159 masyarakat terserap tenaga kerjanya atau naik 61,12 persen.

Untuk pertumbuhan ekonomi di Sleman kini mencapai 5,81 persen. Pengembangan sektor industri? khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) didukung dengan pengembangan koperasi. Kenapa koperasi, karena merupakan sokoguru dalam perekonomian nasional. Kebijakan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan manajemen koperasi dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan memantapkan kelembagaan koperasi.

“Di Sleman ada peningkatan jumlah koperasi. Tahun 2010 ada 598 unit, naik 5,18 persen atau 629 pada tahun 2014. Jumlah anggota juga mengalami peningatan. Dari 233.362 di tahun 2010 kini naik 17,93 persen atau 275.198? orang di tahun 2014. Atas keberhasilan menumbuh kembangkan koperasi dan UMKM ini, membuat Kabupaten Sleman berhasil mendapatkan penghargaan Satyalencana Pembangunan dari Presiden RI pada peringatan Hari Koperasi ke-68 Tingkat Nasional,” ujarnya.

Sumber: krjogja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here