Mengenal Batik Indonesia: Batik Cirebon

0
467

Apa jawaban teman-teman untuk pertanyaan berikut: “Ingat Cirebon, Ingat … ?” a. Terasi, b. Nasi Jamblang, c. Mega Mendung. Sayangnya kali ini kita tidak akan membahas kuliner Cirebon karena sudah pernah dibahas di artikel ini. Batik Mega Mendung dengan motif awan menggumpal seakan sedang digalakkan kota Cirebon, bahkan kursi di kereta Cirebon Ekspres sandarannya menggunakan Mega Mendung.

Sandaran kursi di kereta Cirebon Ekspres
Sandaran kursi di kereta Cirebon Ekspres

Ada juga Cotton Ink, brand clothing lokal asal Jakarta yang memiliki koleksi batik dengan motif Mega Mendung.

Adara_01A
Salah satu koleksi Cotton Ink yang menggunakan batik motif Mega Mendung (sumber: cottonink.co.id)

 

Batik Cirebon sejatinya dibagi menjadi dua, yaitu batik Keraton Cirebon dan batik Pesisiran Cirebon. Penggolongan tersebut adalah berdasarkan pada ragam hias dan pola pewarnaannya, serta ditinjau dari kelompok pemakainya serta daerah asalnya. Kedua jenis batik ini banyak dipengaruhi oleh perubahan dan perkembangan kebudayaan di Cirebon. Hal tersebut tidak lepas dari benturan dan asimilasi kebudayaan kerajaan kuno dengan kebudayaan asing seperti Tiongkok, India, Arab, Persia hingga budaya kolonial dari Eropa yang masuk belakangan. Salah satu faktor terjadinya pertemuan budaya ini adalah letak geografis Cirebon yang strategis, terletak di persilangan jalur lalu lintas antara Asia dan Eropa. Jalur pelayaran tersebut melintasi pantai utara Pulau Jawa, sehingga produk budaya yang lahir di Cirebon merupakan hasil dari percampuran kebudayaan bangsa-bangsa yang singgah disana.

Batik Keraton Cirebon sudah ada sejak awal perkembangan agama Islam di Cirebon, sebelum berdirinya Kerajaan Mataram di Yogya dan Solo. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya naskah Sunda tertua tentang batik di daerah Cirebon Selatan yang ditulis pada tahun 1440 Saka/1518 Masehi. Batik Keraton dapat diartikan sebagai motif yang mengambil inspirasi baik dari arsitekturnya, benda-benda pusakanya, maupun pemandangannya. Kain biasanya berlatar belakang coklat muda atau gading. Motif batik Keraton biasanya memiliki pakem-pakem tertentu, dengan bentuk yang diadaptasi menjadi motif antara lain: Wadasan, Pandan Wangi dan juga Mega Mendung yang merupakan hiasan pokok batik Cirebon yang berakar dari kebudayaan Tiongkok.

Batik Keraton motif Singa Barong, terinspirasi dari kereta kencana Keraton Kasepuhan
Batik Keraton motif Singa Barong, terinspirasi dari kereta kencana Keraton Kasepuhan

Hewan-hewan yang biasanya muncul di motif batik Keratonan antara lain naga, singa dan gajah. Singa berasal dari kebudayaan Tiongkok, Arab dan Persia sedangkan gajah berasal dari India. Nah, ada juga Singa Barong, terinspirasi dari kereta kencana milik Keraton Kasepuhan. Bentuk Singa Barong adalah gabungan dari tiga tubuh binatang yaitu belalai gajah, kepala naga dan sayap serta badan buroq yang merupakan lambang persahabatan Keraton dengan India, Tiongkok, dan Mesir.

Ada beberapa sumber yang menyebutkan kalau pengaruh Tiongkok erat hubungannya dengan istri Sunan Gunung Jati yang bernama Putri Ong Tin Nio yang menggemari budaya dan lukisan. Meskipun kental dengan unsur Tiongkok, batik Keraton Cirebon bernapaskan ajaran Islam, tampak pada beberapa batik yang menggunakan motif pohon Lam Alif, Singa Barong, Paksi Naga Liman, dan Macan Ali.

Ada juga warna khas dari motif Keraton yang bernama babarmas, seperti warna pada motif Singa Barong karena kereta kencana aslinya dilapis emas. Ada juga motif-motif utama yang mengandung makna tertentu tidak ditambah ruwet dengan motif-motif pendamping yang padat. Ciri batik Keraton lainnya adalah bersifat maskulin, karena pada awalnya batik Keraton Cirebon dibuat oleh para lelaki anggota tarekat.

Batik Pesisiran Cirebon berasal dari luar lingkungan keraton-keraton di Cirebon. Pada saat itu, perajin batik hanya membuat batik Keraton tanpa memakainya sehingga mereka menciptakan motif pesisiran untuk dipakai sendiri maupun untuk dijual. Motif batik pesisiran lebih bebas baik motif maupun pewarnaannya dibandingkan dengan batik Keraton, biasanya terinspirasi dari pengamatan alam sekitar, misalnya budaya masyarakat dan pemandangan alam.

Batik Pesisiran bermotif ikan dan karang
Batik Pesisiran bermotif ikan dan karang

Motif flora dan fauna seperti burung, kupu-kupu, udang, ganggeng, daun umum dijumpai di batik pesisiran dipadukan dengan warna-warna cerah. Dibandingkan dengan batik Keraton, batik pesisiran lebih banyak terpapar pengaruh asing. Misalnya, warna bang-biru yang terdiri dari abang/merah adalah pengaruh budaya Tiongkok dan biru berasal dari budaya Eropa.

Karena motif-motif Batik Cirebon banyak sekali jenisnya, kali ini kita akan membahas makna Mega Mendung yang sudah banyak dikenal saja ya 🙂 Motif Mega Mendung yang merupakan pengaruh dari Tiongkok berasal dari para pedagang yang masuk ke Cirebon. Awan dalam falsafah Tiongkok bermakna lambang kehidupan, dinamis seperti awan dari waktu ke waktu bentuknya berubah.

Motif Mega Mendung
Motif Mega Mendung (Sumber: harsindo.com)

Kebudayaan ini diadopsi oleh masyarakat di Cirebon yang mulai mengenal Islam, dari sinilah motif ini terpecah menjadi dua menjadi Mega Mendung dan Wadasan. Mega Mendung adalah lambang yang mengharapkan hujan rahmat Allah dengan menjaga kristal-kristal iman Islam yang dicerminkan dengan bentuk Wadasan. Singkat kata, motif Mega Mendung mengharapkan datangnya rahmat dari Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua umatnya. Menurut sejarah, motif ini dibuat oleh Pangeran Cakrabuana, salah satu cucu dari Sunan Gunung Jati. Motif Mega Mendung juga pernah menjadi cover buku yang berjudul Batik Design karya Pepin Van Roojen dari Belanda.

IMG-20150803-WA0006
Jejeran baju dengan motif Mega Mendung di Pesona Batik Cirebon

 

Dari Jakarta, teman-teman dapat mencapai Cirebon menggunakan kereta Argo Jati atau Cirebon Ekspres dalam waktu tiga jam saja. Sentra batik Cirebon terdapat di wilayah Trusmi, disana terdapat dua toko terbesar yaitu Pusat Grosir Batik Trusmi dan Pesona Batik. Konon, nama Trusmi adalah nama seorang murid dari Sunan Gunung Jati, yaitu Ki Gede Trusmi yang mengajarkan Islam dan cara membatik kepada penduduk.

Alamat:

Pesona Batik

Jl. Trusmi Kulon No 1. Plered, Cirebon, Jawa Barat

Pusat Grosir Batik Trusmi

Jl. Syekh Datul Kahfi, Plered, Jawa Barat 45154
0815-6469-0003

 

Sumber: Buku Makna Simbolik Batik Keraton Cirebon, Drh. H. R. Bambang Irianto, BA dan Sally Giovanny, 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here