Kemitraan Bebek Rabek Madura, Gurih Untungnya

0
267
Ilustrasi bebek goreng

JAKARTA – Meskipun masih kalah populer dibandingkan daging ayam, peminat makanan olahan daging bebek sebenarnya tak kalah banyak. Hal ini ditunjukkan oleh semakin menjamurnya restoran atau rumah makan yang menyediakan kuliner berbahan daging bebek.

Demi mengembangkan usaha, para pelaku usaha pun banyak yang memilih konsep franchise atau kemitraan untuk mendapatkan investor dari kalangan masyarakat.

Salah satu yang menawarkan kemitraan di bidang olahan kuliner bebek juga datang dari Jawa Timur tepatnya dari Madura, yakni Bebek Rabek. Restoran Bebek Rabek menawarkan olahan daging bebek yang digoreng maupun dibakar.

Daging bebek tersebut diracik dengan bumbu rempah yang selama ini sudah lama menjadi ciri khas dari daerah Madura.

Bebek Rabek mulai beroperasi sejak 2010 dengan menu utama aneka hidangan dari bahan daging bebek. Namun dia juga menyediakan variasi menu lain dari bahan iga sapi dan daging ayam dengan total sekitar 10 variasi menu makanan.

Mulai 2014 lalu, Bebek Rabek membuka cabang barunya yang masih milik sendiri di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Segmen pasar yang diincarnya adalah kalangan menengah ke atas.

“Sekarang kami mulai membuka diri kepada investor dengan menawarkan sisitem kemitraan. Kami bergabung dengan lembaga Elemen yang akan membantu kami menjalankan sistem tersebut,” kata Andhika Arief Ramadhani alias Rama, pemilik Bebek Rabek.

Dia berujar, kemitraan yang ditawarkan adalah sistem bagi hasil yakni 30% bagi pemilik brand dan 70% bagi investor. Setelah mitra balik modal, persentase pembagian keuntungan menjadi 50% : 50%.

“Total investasinya sekitar Rp400 juta – Rp500 juta untuk konsep restoran dan Rp150 juta – Rp175 juta untuk yang berkonsep food court atau express. Tetapi nilai itu di luar sewa tempat,” jelasnya.

Dengan investasi tersebut, mitra mendapatkan seluruh perlengkapan yang diperlukan, mulai dari untuk keperluan interior, eksterior, biaya renovasi dan perizinan, hingga bahan baku awal sekitar 1.000 porsi atau untuk keperluan sekitar seminggu hingga sepuluh hari.

“Pokoknya semuanya sudah siap, investor tinggal jalan,” ujarnya.

Namun sebelum memutuskan untuk menjalin kerja sama, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan calon mitra. Pertama-tama, Bebek Rabek akan memastikan calon mitra memang memiliki passion yang kuat di bidang kuliner.

Kemudian mitra juga wajib menyediakan lokasi, baik milik sendiri maupun sewa dengan ukuran sekitar 100 m2 untuk konsep restoran dan sekitar 15 m2 – 25 m2 untuk konsep foodcourt. Setelah itu mitra diminta mengisi formulir dan membayar uang muka sebesar Rp20 juta.

Rama menyarankan agar calon mitra mencari lokasi di jalan utama, yang ramai pengunjung. Akan tetapi dia tidak menyarankan lokasi di daerah jalur cepat atau akses ke luar kota. Nantinya dari hasil suvey awal akan ditentukan apakah lokasinya layak atau tidak.

“Prosesnya dari survey hingga launching sekitar seminggu hingga satu bulan,” tuturnya.

Setelah kerja sama berjalan, dia juga mewajibkan mitra untuk membeli bahan baku dari pusat demi menjamin kualitas rasa makanan. Adapun pengelolaan restoran dilakukan oleh mitra tetapi Bebek Rabek tetap memberikan support dalam bidang manajemen dan pemasarannya.

Menurut Rama, selama mitra memenuhi persyaratan yang ditentukan dan mengikuti standar yang ditetapkan, dia yakin mitra mampu balik modal dalam waktu relatif cepat. Apalagi selama ini dari dua cabangnya, terbukti pelanggan cukup mudah menerima Bebek Rabek.

Dua restorannya saat ini mampu membukukan penjualan sekitar Rp100 juta per bulan dengan margin laba sekitar 40% – 50%. Dia menargetkan masing-masing mitra mampu menjual sekitar 100-150 porsi bebek dalam sehari.

“Dengan target tersebut, mitra akan bisa BEP dalam 10 bulan untuk konsep food court. Sedangkan yang konsep restoran dengan nilai investasi Rp500 juta bisa BEP dalam 25 bulan,” ucapnya.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here