Semarakkan Harganas, Puluhan UKM Dikerahkan

0
74
Ilustrasi UKM

Jakarta – Menyemarakkan gelar pameran produk pada perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Pemprov DKI Jakarta mengerahkan puluhan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Para pengrajin binaan petugas Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) umumnya dari kalangan ibu rumah tangga dan kader PKK.

Meskipun para pelaku UKM ini hanya dari kalangan ibu rumah tangga maupun kader PKK, namun hasil produknya patut diacungi jempol. Berkat binaan yang terus dilakukan petugas BPMP-KB, kualitas produk makin berkelas dan pasaran pun makin luas. “Berkat arahan dari BPMP-KB, produk kami bisa masuk ke mal,” ujar Ny. Tatik, di kantor BPMP-KB DKI Jakarta, kawasan Cempaka Putih.

Kasubbid Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (PK3), Tintin muktini menjelaskan sudah lumayan banyak binaan BPMP-KB yang produknya sudah masuk mal. “Termasuk produk kolang-kaling, kembang goyang, dan tape ketan sudah masuk di swalayan Hero. Ada beberapa produk lain yang masuk di Superindo,” papar Tintin.

Menurutnya, beberapa produk yang masuk ke pasar swalayan tadi patut diacungi jempol mengingat Hero dan Superindo sangat selektif memajang produk dagangnya.

Bersamaan dengan itu, para pelaku UKM akan dikerahkan untuk berpartisipasi pada gelar pameran Harganas tingkat nasional yang berlangsung di Lapangan Sumbus, dekat BSD Serpong, Tangerang Selatan. “Pameran yang berlangsung selama tiga hari mulai Rabu besok, akan diresmikan Ibu Negara Iriani Widodo. Adapun perayaan Harganas akan dihadiri Presiden Jokowi,” ujar Tintin yang tengah menyiapkan stand pameran bersama sejumlah binaannya.

Pada kegiatan ini, perwakilan Pemprov DKI akan memamerkan sejumlah produk khas Betawi seperti dodol, kembang goyang, selendang mayang, geplak, biji ketapang, kacang bawang, bir pletok, dan lainnya. “Termasuk produk pakaian dan sovenir dari bahan baku limbah plastik maupun kaleng,” tambahnya.

Pembinaan UKM yang dilakukan petugas BPMP-KB sekaligus menggalakkan program KB di kalangan ibu rumah tangga dan PKK. Menurutnya, Asosiasi Kelompok Usaha (AKU) membawahi 755 kelompok UKM yang terdiri dari 5.555 wanita yang notabene sebagai akseptor KB aktif.

“Dengan kesibukan yang meningkat sebagai pengrajin, kaum ibu ini dengan sendirinya tidak akan berpikiran menambah anak terus-menerus. Dua anak saja cukup,” pungkas Tintin.

Sumber: Pos Kota

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here