Menanti Agresivitas UKM Membangun Merek

0
60

Bagaimana usaha kecil menengah (UKM) dapat sukses dalam membangun merek di era mesia sosial sekarang ini? Menurut Verisign, memperkuat brand secara online membantu UKM meraih minat target konsumen.

Verisign mengutip Google saat ini kesempatan emas bagi para pelaku usaha untuk memulai personal branding secara online. Soalnya baru 75,000 dari 55,2 juta unit UKM yang menjalankan bisnis mereka secara online di Indonesia.

Agar pelaku UKM dapat sukses mengembangkan personal brand dan brand bisnis mereka lebih lanjut, menurut Verisign mereka harus menentukan merek, membuat medium yang tepat, dan konsisten dengan pesan.

UKM perlu menentukan merek dan memastikan usaha apa yang ingin dikenal sebagai apa dan bagaimana hal tersebut berhubungan denganspektrum bisnis mereka. Sebagai contoh, apakah mereka ingin menampilkan nilai-nilai, wawasan, atau atribut tertentu.

UKM perlu fokus terhadap sudut pandang tertentu, maka menurut Verisign hal ini semakin baik. Selain itu UKM perlu menggunakan nama domain yang kredibel dan telah dikenal sehingga mampu mendukung personal brand mereka.

“Ketika UKM dan pelaku usaha memiliki ide tentang arah personal brand mereka, pastikan mereka mendaftarkan sebuah nama domain, atau alamat Web, yang mampu mencerminkan merek mereka,” demikian saran Verisign baru-baru ini.

Tips yang kedua adalah UKM harus memikirkan apakah media sosial yang telah ada sudah cukup mampu membawa pesan mereka, atau apakah fleksibilitas dan kontrol yang disediakan website pribadi lebih baik. Beberapa orang memandang bahwa keduanya penting untuk mendapatkan pengenalan maksimum terhadap personal brand dan brand bisnis mereka.

UKM perlu juga menyediakan jangkauan yang luas bagi brand dapat membantu mereka memasarkan brand. Khususnya di Indonesia menurut laporan WeAreSocial, tahun 2015 terdapat 72 juta pengguna aktif media sosial dengan penggunaan rata-rata mencapai 2 jam setiap harinya.

Salah satu resiko terbesar terkait efektivitas merek personal (personal brand) yang juga dialami UKM dan pelaku bisnis ialah konsistensi. Sama halnya dengan brand perusahaan, merek personal yang kuat juga mengikuti beberapa prinsip dan pesan utama yang meliputi seluruh aspek pada eksekusi brand.

Konsistensi juga harus diterapkan pada ikatan yang dibentuk personal brand terhadap bisnis mereka. Ketika UKM dan pelaku usaha tidak ingin memasarkan produk perusahaan secara langsung melalui personal branding, mereka dapat membuat koneksi yang lebih tersamar melalui blog, social postings, dan konten lainnya yang berhubungan dengan personal brand dan brand perusahaan mereka.

Sumber: koran-jakarta.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here