Kuliner di Sepanjang Jalur Pantura

0
23

Apakah ada di antara teman-teman yang masih berada dalam perjalanan mudik dari kampung halaman dan melewati jalur Pantura? Rute penghubung bagian barat dan bagian timur Pulau Jawa ini berada melintasi lima provinsi, yaitu Banten, DKI, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Karena dilewati oleh puluhan ribu pemudik setiap musim mudik Idul Fitri, tidak heran kalau banyak usaha rumah makan atau tempat singgah di setiap kota.

Berikut rekomendasi tempat makan di beberapa kota sepanjang jalur Pantura:

Kudus: Soto Kudus

Sumber: (vivanews.com)
Sumber: (viva.co.id)

Kuah Soto Kudus cenderung lebih kuning dari Soto Semarang. Seporsi soto ayam berisi nasi putih yang ditambahkan tauge, irisan kol dan seledri, suwiran daging ayam, bawang merah dan bawang putih goreng. Kemudian disiram kuah yang kuning agak keruh, karena kuahnya manggunakan santan.

Makan soto kurang lengkap kalau tanpa sate yang direbus, tidak dibakar. Biasanya di atas meja juga disediakan aneka pelengkap, ada sate telur puyuh, perkedel, sate kerang, sate hati ampela, paru dan lainnya.

Soto Kudus yang terkenal adalah Soto Ayam Pak Denuh. Soto ini dirintis oleh (alm.) Bpk. Denuh sejak tahun 1949, kini dikelola oleh puteranya, Tarman. Selain Soto Kudus, ada lagi Soto Kerbau dengan kuah bening dan sedikit berminyak. Bumbu-bumbu yang digunakan pun bercitarasa Jawa, seperti penggunaan kemiri dan perasan jeruk limau tak lupa dengan tambahan topping serbuk koya dan bawang putih goreng. Serbuk koya adalah budaya kuliner Tionghoa Peranakan.

Soto kerbau terdapat gambaran budaya Kudus yang berwarna, percampuran tradisi Hindu, Jawa, dan Tionghoa. Warisan budaya agama Hindu Jawa dengan simbol berupa daging kerbau. Tahukah teman-teman, pada masa penyebaran agama Islam di daerah Kudus, untuk menghargai dan menjunjung tinggi sikap menghormati antar pemeluk agama Hindu dan umat Islam, Sunan Kudus melarang sapi untuk dijadikan santapan dan sebagai gantinya adalah daging kerbau.

Alamat:

Soto Kudus: Jl AKBP Agil Kusumadya, Kudus (dekat Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus).

Soto Kerbau: Pak Rame di Taman Bojana Pujasera Simpang 7, Kudus.

 

Brebes: Sate Blengong dan Rujak Belut

Kuliner-Brebes-Sate-Blengong-dan-Kupat-Gablet-391x250
Sumber: raddien.com

 

Kuliner Brebes tidak hanya telor asin, coba deh Sate Blengong. Blengong adalah sejenis unggas yang merupakan persilangan antara mentol dan bebek. Rasa daging blengong tidak seamis bebek. Sate Blengong paling enak disantap dengan ketupat atau lebih dikenal dengan kupat gablet. Sate legendaris khas Brebes ini memiliki alat tusuk yang lebih besar dan lebih panjang daripada sate pada umumnya, dan terbuat dari bambu.

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA
Sumber: aripitstop.com

 

Selain Sate Blengong, ada lagi kuliner Brebes yang unik yaitu Rujak Belut dengan bahan utama yang tak lain dan tak bukan adalah, belut. Sebelum disajikan, belut dibersihkan dengan menggunakan abu gosol dan cairan sabun cuci untuk menghilangkan kelicinan permukaan kulit belut. Setelah dibersihkan, belut diberi racikan bumbu dapur seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan garam. Belut kemudian digoreng setelah 1-2 jam dibiarkan agar bumbunya meresap. Setelah matang, belut dicampur dengan sambal rujak yang terbuat dari kacang tanah, terasi, garam, dan lombok.

Alamat:

Sate Blengong: Di alun-alun kota Brebes, setidaknya ada dua penjual Sate Blengong; di pojok barat alun-alun dan pojok selatan timur alun-alun atau terkenal dengan Sate Blengong “Tuti”. Teman-teman juga bisa ke Pasar Batang, atau kompleks Islamic Center yang biasa dikenal dengan “Prapatan Rajak”.

Rujak Belut: Desa Cigedog, Kec. Kersana, Kab. Brebes

 

Pekalongan: Nasi Kebuli

nasi kebuli pekalongan
Sumber: Pinterest.com

 

Di kota Pekalongan, banyak sekali warga keturunan Arab, bahkan ada beberapa kawasan yang dikenal dengan Kampung Arab. Tak heran kalau rumah makan khas Arab banyak ditemukan di kota ini, termasuk Nasi Kebuli.

Rumah Makan Puas di Jl Surabaya menawarkan sajian khas Nasi Kebuli. Rumah makan yang buka mulai pukul 08.00 hingga 20.00 Wib ini, juga menyediakan menu lain yang tak kalah nikmatnya, mulai nasi tomat, sate, nasi berkat, gulai dan lain sebagainya.

Alamat:

Rumah Makan Puas: Jl. Surabaya No. 32, Pekalongan, Jawa Tengah 51129

 

Tegal: Sate Kambing Muda

Sumber: Kompasiana
Sumber: Kompasiana

Mudik lewat Jalur Pantura, kurang lengkap jika belum mencicipi sedapnya sate kambing muda khas Tegal, Jawa Tengah. Daging yang empuk dengan aroma panggangan arang yang khas pasti menggugah selera makan.

Sate khas Tegal menggunakan daging kambing muda berusia lima bulan yang disebut Balibul atau kambing muda usia tiga bulan atau Batibul. Daging kambing ini dipotong berbentuk dadu sekitar 1,5 sampai 2 cm lebih besar dibandingkan sate kambing dari daerah lain. Saat dibakar, daging kambing muda ini tidak dicelupkan ke dalam bumbu apapun hingga konon membuat sate ini terasa manis.

Sate ini biasa disantap dengan nasi putih atau lontong dengan bumbu kecap, cabe rawit, tomat, dan bawang merah. Bisa juga ditambah dengan gulai kambing. Di musim liburan ini, omzet pedagang sate kambing pun melonjak.

Alamat: 

Sate Tirus:  di Jl. Kapten Soedibyo No. 5, Tegal.

 

Cirebon: Nasi Jamblang dan teman-temannya

Hidangan Nasi Jamblang Bu Nur dengan alas daun jati.
Hidangan Nasi Jamblang Bu Nur dengan alas daun jati.

RumahUKM.com sudah pernah mengulas tentang kuliner Cirebon yang seru-seru. Untuk selengkapnya, bisa dibaca disini dan disini 🙂

 

Sumber:

http://brebesnews.co/2013/04/monggo-nyoba-rujak-belut-ala-cigedog-kersana/#.VbIUJ-iqqko

http://sorot.news.viva.co.id/news/read/649229-mudik-seru-jalur-pantura/5

http://sorot.news.viva.co.id/news/read/649229-mudik-seru-jalur-pantura/4

http://ngadem.com/ke-brebes-tapi-ndak-icip-icip-kuliner-ini-aja-lah-ya/

http://tv.liputan6.com/read/2275982/kelezatan-sate-kambing-muda-khas-tegal-jadi-incaran-pemudik

http://www.radarpekalonganonline.com/77256/sajian-khas-rumah-makan-puas-nasi-kebuli/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here