Lebaran Jadi Daya Ungkit Ekonomi

0
83

Saban tahun, jutaan umat muslim di Indonesia begitu antusias menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Mereka begitu menunggu momen spesial yang kemudian diikuti dengan budaya mudik tersebut.

Pemudik yang sebagian besar tinggal Jakarta akan pulang pulang ke tanah kelahirannya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, maupun sebaliknya dalam angka yang lebih kecil. Yang ada di kepala mereka, segera pulang dan melepas rindu dan bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung sana.

Melihat aktivitas tersebut, kita paham, saban tahun pula kegiatan ekonomi untuk sementara bergerak ke daerah. Berbagai sektor usaha di daerah tentu merasakan betul berkah para pemudik ini dan bisa kita bayangkan berapa banyak uang yang nanti bakal mengalir dan beredar di daerah.

Bank Indonesia melansir data kebutuhan uang selama Ramadan dan Idulfitri pada tahun ini yang diprediksi mencapai Rp125 triliun atau naik tipis dibandingkan dengan periode 2014 sebesar Rp124,8 triliun.

Dana tersebut tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Jika dipersentasekan, sekitar 32% di antaranya beredar di Pulau Jawa, 29% di Kota Jakarta, 20% (Sumatra), 11% (Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, serta Nusa Tenggara), dan 8% lainnya di Pulau Kalimantan.

Hanya saja muncul pertanyaan ke mana uang tersebut dibelanjakan. Apakah harus berakhir di sektor konsumsi atau menjadi dana yang produktif. Bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah? Coba kita lihat sejenak data proyeksi Bank Indonesia yang menyatakan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dengan indikasi kegiatan usaha pada kuartal II/2015 yang masih tumbuh lebih tinggi ketimbang kuartal I tahun ini.

Kemudian bila dihubungkan dengan realisasi penyerapan anggaran bidang infrastruktur yang kian besar pada kuartal III tahun ini, kita berharap pertumbuhan ekonomi pada periode kuartal kedua dan ketiga tahun ini harusnya lebih baik lagi dibandingkan dengan periode Januari-Maret yang sebesar 4,7%.

Jika melihat indikator pertumbuhan ekonomi saat ini dan komitmen pemerintah terhadap target penyerapan anggarannya yang tinggi, kami optimistis pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan III/2015 akan mendekati angka 5% atau bahkan di atasnya.

Terlebih dengan komitmen pemerintah seperti yang disampaikan Wapres Jusuf Kalla yang menjamin tanggung jawab penuh terhadap para pengambil kebijakan saat menjalankan proyek infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini.

Bahkan, bila melihat optimisme pemerintah yang kemudian ditambah dengan sebaran dana saat Ramadan dan Idulfitri yang begitu besar, harusnya dua hal ini dapat menjadi energi baru pertumbuhan ekonomi daerah dan negara yang lebih baik. Saatnya pemerintah daerah menangkap peluang tersebut.

Khusus untuk gelontoran dana pemudik, pemerintah daerah ada baiknya membuat berbagai terobosan dan tidak hanya bekerja rutin seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah perlu rasanya menjadikan Ramadan dan Lebaran ini sebagai momentum dalam menggerakkan perekonomian dan membuat berbagai terobosan. Bukan zamannya lagi berbicara soal kesiapan angkutan, jalanan rusak, dan kecukupan aparat keamanan.

Saatnya pemerintah kini berbicara tentang karpet merah bagi ‘investor’ domestik yang datang berkunjung saat Lebaran tiba. Tak sempat sekarang, siapkanlah buat tahun depan.

Serius dalam persiapan, rasanya pemerintah akan mampu menjadikan pemudik ini sebagai duta investasi bagi daerahnya masing-masing, apalagi ketika mereka nanti pulang ke Jakarta maupun daerah aktivitas mereka sebelumnya.

Bisa dibayangkan efeknya, ketika pemudik begitu merasakan layanan daerah mulai dari sarana transportasi, jalan raya, daerah wisata, termasuk hasil alam dan kerajinan usaha kecil menengah dari kampung halamannya, yang begitu memuaskan.

Sebaliknya, bisa diperkirakan apa kira-kira dampaknya saat para ‘investor’ ini tak terlayani dengan baik atau hanya membiarkan mereka mengisi musim libur hanya dengan aktivitas konsumtif belaka.

Saatnya memberikan mereka pilihan yang menguntungkan. Semoga Lebaran ini dapat menjadi daya ungkit perekonomian daerah.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here