Mengenal Batik Indonesia: Batik Tuban

0
1338
Batik Tuban motif burung Hong

Setelah mengenal Batik Lasem, sekarang saatnya kita mengenal Batik Tuban. Seperti halnya Batik Lasem, Batik Tuban juga merupakan batik pesisir karena terletak di daerah pesisir utara Pulau Jawa. Ternyata, batik pesisir pada awalnya digunakan oleh masyarakat biasa di luar kerajaan Mataram. Tidak semua orang boleh mengenakan batik dengan motif yang mirip dengan yang dibuat dan dikenakan oleh anggota kerajaan.

Nah, kesamaan dari batik-batik pesisir ini adalah motif-motifnya diperkaya oleh simbol-simbol budaya Tiongkok yang biasa disebut sebagai budaya peranakan. Warnanya juga lebih beragam dibandingkan dengan batik pedalaman (Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan) yang didominasi dengan warna coklat, putih, biru tua (indigo) dan hitam serta pola yang digunakan geometris dan cenderung berulang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pendatang dari India, Tiongkok, Timur Tengah bahkan Eropa yang datang ke pesisir utara Jawa. Daerah tersebut merupakan pelabuhan penting dalam sejarah perdagangan Nusantara.

batik tuban kijing miring
Batik Tuban motif Kijing Miring (Sumber: http://www.penjualanbatik.blogspot.com)

 

Tuban memiliki corak kebudayaan Jawa, Islam, dan Tiongkok yang ketiganya sama-sama berkembang dan berdampingan dengan harmonis. Budaya Jawa terlihat di motif bunga, budaya Islam tampak di motif kijing miring, dan pengaruh budaya Tiongkok hadir melalui motif burung Hong (phoenix). Pada zaman dahulu, batik Tuban hanya digunakan untuk upacara-upacara tradisional seperti sedekah bumi, pernikahan dan pemakaman. Namun seiring dengan perkembangan jaman, kini batik Tuban sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Batik Tuban sering juga disebut sebagai kain Batik Gedog. Proses pembuatannya sama dengan pembuatan batik tulis, namun yang membedakannya adalah kain yang digunakan yaitu kain tenun gedog. Kain ini lebih tebal dari kain mori yang biasa digunakan untuk membatik. Sebutan Batik Gedog berasal dari bunyi alat penenun kainnya yang berbunyi ‘dog-dog’ ketika digunakan. Batik Gedog berkembang di daerah Kerek dan menjadi ciri khas Tuban. Dulu hanya ada tiga desa yang menghasilkan batik khas Tuban. Kini terdapat 20 desa perajin batik di kabupaten Tuban.

Pembuatan Batik Gedog  Tuban memakan waktu sekitar tiga bulan. Prosesnya tidak sebentar; mulai dari memintal benang, menenun, membatik dan pewarnaan dengan bahan alami sehingga warnanya awet dan tidak mudah pudar. Terdapat 100 ragam motif batik Tuban, 40 diantaranya sudah dipatenkan pemerintah daerah setempat sebagai upaya pelestarian budaya. Keunggulan Batik Tuban adalah konsistensi perajin untuk melestarikan batik tulis, hanya beberapa perajin saja yang masih mengaplikasikan batik cap.

20150605_125005
Batik Tuban motif bunga

 

batik tuban kembang waluh
Selendang Batik Tuban Kembang Waluh, biasa digunakan untuk upacara membuang sial (Sumber: http://griyagedog.files.wordpress.com))

Kain dan selendang batik tulis tenun Tuban biasanya berwarna kecoklatan. Warna gelap menjadi ciri khas batik gedog dari Tuban. Tapi ada juga Batik Tuban berwarna cerah. Biasanya batik warna cerah menggunakan bahan lain, bukan kain tenun. Batik Tuban mirip dengan Batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal serta penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan.

Batik tulis tenun Tuban terbagi dua model, kain berukuran dua meter (tapih) dan selendang. Fungsi dari kain batik Tuban biasanya digunakan sebagai hantaran pernikahan dari pihak laki-laki kepada mempelai perempuan. Bagi masyarakat berada, calon pengantin laki-laki biasanya membawa 100 lembar kain batik Tuban, paling sedikit berjumlah lima lembar kain batik.

Selendang biasanya digunakan kaum ibu untuk menggendong bakul saat ke pasar atau ke sawah. Namun, ada juga selendang yang khusus digunakan untuk menghadiri acara resmi. Karena batik Tuban punya nilai tinggi, masyarakat Tuban biasanya menyimpan kain batik untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Teman-teman bisa mendapatkan Batik Tuban disini:

Batik Tulis Gedog HM. Sholeh Tuban
Perum Yasa Griya I-1
Jl. Letda Sucipto
62351
Tuban, Indonesia
+62 356 324 861
SMS / WA : +62 857 338 340 67
BBM : 5506C6ED

Terima kasih kepada Ibu Yuyun Anwar atas kiriman batik Tuban motif burung Hong dan bunga yang cantik 🙂

Sumber: 

https://anastasiadwirahmi.wordpress.com/2010/05/20/batik-pesisir-dan-budaya-peranakan/

http://www.disolo.com/batik-solo/

http://tubancraft.com/pages/sejarah-batik-tuban-dan-tenun-gedog-tuban.html

http://fitinline.com/article/read/batik-tuban-batik-gedog/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here