Petani Kakao dan Lada di Bulungan Butuh Mesin Penggiling

0
135
Kebun sahang atau lada yang ada di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. (Foto: Tribun Kaltim)

TANJUNG SELOR – Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kabupaten Bulungan akan mengusulkan mesin penggiling Kakao dan Lada ke Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Kepala Dinas Disperindagkop Kabupaten Bulungan Agus Nurdinasyah, mengatakan, pengajuan alat mesin penggiling Kakao dan Lada akan memberikan banyak manfaat petani di Bulungan.

Karena, kata dia, jumlah petani komditi Kakao dan Lada terbilang lumayan banyak. Keberadaan mesin penggiling akan memberi kontribusi bagi peningkatan hasil perkebunan.

“Supaya kesejahteraan petani Bulungan semakin meningkat,” tuturnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (23/6/2015).

Sebagian besar petani Kakao dan Lada tidak mampu membeli mesin penggiling. Harganya yang tinggi dan tersedia di daerah Pulau Jawa membuat petani enggan membeli mesin penggiling.

“Petani kita hanya bisa menanam saja. Hanya punya lahan,” ujar Agus.

Dia menjelaskan, melalui pengadaan mesin penggiling para petani Kakao dan Lada dari Bulungan memiliki nilai jual yang tinggi. Yang selama ini menjual hasil panen dalam bentuk barang mentah setelah ada bantuan mesin penggilingan maka hasil panen akan jauh lebih tinggi harganya.

“Biasa lada dijual Rp 100 ribu untuk per kilogramnya. Tapi kalau sudah diolah menjadi tepung maka akan mendapat nilai tambah, petani bisa menjual dengan harga tiga kali lipat,” tutur Agus.

Ia berharap, permintaan yang disampaikan Dinas Perdagangan Kabupaten Bulungan bisa diwujudkan oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Kami pemda juga akan siapkan dana pendampingnya,” kata Agus.

Sumber: tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here