Mengenal Batik Indonesia: Batik Betawi

0
223
Sumber: Tempo.co

Batik selama ini identik dengan batik-batik Jawa seperti Solo, Pekalongan, Lasem, hingga Cirebon. Padahal, ibu kota kita Jakarta juga punya batik khas yang tidak kalah keren, lho! Dalam rangka HUT DKI Jakarta ke-488 yang dirayakan hari ini (22/6), yuk kenali beragam motif Batik Betawi!

Pada masa lampau, usaha pembatikan pernah berkembang di Jakarta. Tetapi, pengusaha dan perajinnya berasal dari kota-kota di Jawa yang sudah dikenal sebagai penghasil batik. pernah berkembang usaha pembatikan tetapi pengusaha dan perajinnya berasal dari kota-kota di Jawa yang sudah dikenal sebagai penghasil batik. Walau begitu, batik Betawi memiliki keunikan tersendiri dibanding batik daerah lainnya di Indonesia.

Suwati Kartiwa, penulis buku budaya Indonesia khususnya tekstil, menuliskan dalam bukunya “Batik Betawi : Dalam Perspektif Budaya Kreatif” bahwa unsur lingkungan alam Betawi sama dengan daerah pesisiran sehingga banyak batik pesisiran disukai di Betawi. Kemungkinan asal usul pemakai juga berasal dari berbagai daerah penghasil batik, mereka berkumpul dan tinggal lama di Betawi lalu menyebarkan budaya mereka dalam bentuk tekstil.

Ciri khas kain batik Betawi yaitu kain sarung dengan menonjolkan motif khas Tumpal, yaitu bentuk motif geometris segitiga sebagai barisan yang memagari bagian kepala kain dan badan kain. Saat dikenakan, Tumpal harus ada di bagian depan. Motif burung hong juga merupakan ciri khas batik Betawi, sebagai lambang pembawa kebahagiaan. Batik Betawi pada umumnya terinspirasi dari kesenian budaya Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Arab, India, Belanda, dan Cina.

Motif kuno batik Betawi terbagi dari beberapa jenis, yaitu:

Motif Ondel-Ondel

Batik Betawi Motif Ondel-ondel

Motif ini diangkat dari figur Ondel-ondel yang digunakan sebagai boneka penolak bala. Motif Ondel-ondel dibuat untuk mendapatkan kehidupan yang tenteram dan jauh dari bencana. Pada zaman dahulu, Motif Ondel-ondel digunakan pada acara-acara adat Betawi. Selain itu, ondel-ondel menjadi ciri khas Jakarta terutama di HUT Jakarta.

Motif Nusa Kelapa

Batik Betawi Motif Nusa Kelapa Nyabut Padi

Ide pembuatan Batik Betawi Motif Nusa Kelapa terinspirasi dari Peta Ceila yang dibuat pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi 1482-1521. Peta Ceila menjabarkan bahwa Jakarta dulunya berganti-ganti nama mulai dari Nusa Kelapa, Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga Jakarta. Nama “Nusa Kelapa” diberikan oleh leluhur masyarakat Betawi. Bagi orang Betawi, daun kelapa merupakan simbol upacara adat Betawi.

Motif Ciliwung

Batik Betawi Motif Ciliwung Marunda

Batik Betawi Motif Ciliwung bermula dari peradaban manusia di tepian Sungai Ciliwung. Konon bangsa Portugis, Inggris, dan Belanda ingin menguasai Jakarta karena tertarik dengan Sungai Ciliwung. Penggunaan Sungai Ciliwung sebagai motif Batik Betawi diharapkan sebagai daya tarik dan sebagai simbol rezeki yang terus mengalir bagaikan aliran sungai Ciliwung.

Motif Rasamala

Batik Betawi Motif Rasamala Nglajo

Batik Betawi Motif Rasamala mengisahkan ketika Belanda mulai memasuki wilayah Sunda Kelapa. Ketika itu Sunda Kelapa masih seperti hutan belantara yang ditumbuhi pohon Rasamala. Orang Betawi menganggap pohon Rasamala sebagai pohon keramat karena memiliki bau yang wangi.

Motif Salakanegara

Batik Betawi Motif Salakanegara Demenan

Melalui Motif Salakanegara, Batik Betawi menuturkan cerita mengenai kerajaan pertama di tanah Betawi yang didirikan oleh Aki Tirem pada tahun 130 M. Orang Betawi percaya bahwa gunung memiliki kekuatan dan gunung yang mereka percayai itu adalah Gunung Salak. Sehingga mereka menamai kerajaannya dengan nama Salakanegara.

Motif Pucuk Rebung

Batik Betawi Ondel-ondel Pucuk Rebung

Batik Betawi Motif Pucuk Rebung merupakan khas batik pesisir yang menggambarkan “pucuk batang bambu”. Motif Pucuk Rebung menjadi seragam wajib ketika pemilihan Abang-None Jakarta. Batik Betawi Motif Pucuk Rebung lazim digunakan sebagai busana bawahan None Jakarta. 

Dalam perkembangannya, Batik Betawi terus menghasilkan motif-motif baru yang menceritakan tempat, kebudayaan, dan kehidupan orang Betawi. Sebagai contohnya adalah Motif Monas, Motif Penganten Betawi, Motif Si Pitung, Motif Gambang Kromong, dan lain sebagainya.

Warga Betawi, baik kalangan atas maupun bawah menggunakan motif yang sama, yang membedakan adalan pemilihan bahannya. Untuk kalangan atas, umumnya terbuat dari bahan mori halus cap sen. Sedangkan untuk kalangan bawah, terbuat dari mori kasar atau belacu. Batik Betawi menjadi bahan pakaian yang populer di kalangan penduduk Betawi laki-laki pada akhir abad XIX, terutama di wilayah Betawi Tengah. Mereka menggunakan batik sebagai bahan celana seperti orang-orang Belanda. Selain itu, batik Betawi juga digunakan untuk pakaian sehari-hari, untuk keperluan hajatan (pesta) dan plesiran (jalan-jalan).

Sayangnya, Batik kuno khas Betawi sulit untuk dijumpai. Keberadaan batik Betawi hanya sering ditemui pada pameran ataupun acara besar adat Betawi. Kelestarian batik kuno asli Betawi ini hanya tergantung pada tangan-tangan kolektor batik kuno. Di Pasar Tanah Abang terdapat beberapa jenis batik bermotif khas Betawi, tapi keasliannya masih diragukan.

Mengingat keberadaan batik Betawi yang mulai punah, Disparbud DKI Jakarta gencar mengadakan promo pengenalan batik Betawi. Program ini bertujuan untuk mempopulerkan Batik Betawi sebagai kekayaan budaya orang Betawi. Sejak tahun 2009, Museum Tekstil Jakarta yang berlokasi di bilangan Tanah Abang kerap mengadakan pameran Batik Betawi. Museum Tekstil Jakarta memiliki banyak koleksi Batik Betawi yang kebanyakan merupakan sumbangan dari Yayasan Sirih Nanas pimpinan H. Emma Agus Risri.

Selain Museum Tekstil, teman-teman bisa berkunjung ke Kampung Batik Terogong terletak di daerah Terogong, Cilandak,  Jakarta Selatan. Tak hanya memproduksi, masyarakat juga bisa belajar cara membatik di Kampung Batik Terogong. Batiknya Kampung Batik Terogong memiliki corak khas tersendiri khas masyarakat Betawi seperti motif topeng, kembang api, dan burung gelatik dan buah Mengkudu.

Kunjungi:

  • Museum Tekstil Jakarta: Jl. Aipda Ks Tubun No.2-4, Tanah Abang, Petamburan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10260
  • Kampung Batik Terogong: Jl. Terogong III, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. 

Sumber:

http://giewahyudi.com/batik-betawi-bukan-cuma-batik-ondel-ondel/

http://radio.itjen.kemdikbud.go.id/?p=18120

http://life.viva.co.id/news/read/70566-batik_betawi__asing_di_kampung_sendiri

https://id.berita.yahoo.com/kampung-batik-terogong-menembus-sesaknya-jakarta-150757449.html

http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/batik-betawi

Semua gambar Batik Betawi dari giewahyudi.com yang diambil dari:  www.seracibatikbetawi.wordpress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here