Tak Ada Rotan, Koran Pun Jadi

0
176
Kerajinan tangan dari koran. (Foto: Detik)

Jakarta – Indonesia terkenal dengan aneka kerajinan rotan. Tak sedikit karya rotan Indonesia yang laris manis dikirim ke luar negeri. Ibu satu ini bisa membuat kerajinan yang tak kalah unik dari rotan, tapi dengan bahan baku yang tak biasa, yaitu koran.

“Usaha sejak 2011. Awalnya iseng-iseng nggak sengaja, bikin dari koran coba buat wadah-wadah untuk keperluan sendiri, jadi belajar sendiri. Lama-lama tamu ada yang suka. Bagus ya ini belum ada di pasaran. Terus dari situ ada pesenan dari beberapa teman dan saudara jadi semangat,” kata Ranny, pemilik Ranny Kreasi kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Lambat laun, permintaan kerajinan Ranny makin banyak. Karena tak bisa bayar pekerja, ia pun mencoba bergabung menjadi anggota PKK, dan mendapat pinjaman modal dari koperasi.

Modal ini ia gunakan untuk membayar perajin yang mau bantu produksi. Sampai saat ini Ranny ditemani 3 karyawan perajin, dan 20 karyawan produksi untuk memenuhi pesanan.

“Ada pinjaman modal dari koperasi PKK Rp 500.000. Saya beli bahan-bahan lalu produksinya untuk bayar pekerja dan mulai dikembangkan ikut lomba,” ujarnya.

Ranny mengaku, pada 2012 pernah meraih juara I UKM Award dari Kementerian Koperasi dan UKM, dan juara I Sapta Pesona Alam dari Dinas Pariwisata. Ia pun pernah mengikuti berbagai pameran di luar negeri, seperti Bangkok International Gift Affair dan Bangkok International House Fair 2012.

“Akhirnya dikenal sama dinas dan Kementerian Perindustrian serta Dekranas. Awalnya saya ibu rumah tangga. Oleh dinas dilatih entrepreneur, diberi kesempatan pameran, bazar, dan jual produk di mal. Seperti kemarin di pameran inacraft belum selesai pameran hanya dalam waktu 4 hari produk habis terjual,” jelasnya.

Produk yang dibuat mulai dari tempat buah, tempat payung, tutup saji, tempat tissue, sampai karpet sesuai pesanan.

“Pernah ada pembeli dari Saudi Arabia, 2 kali pesan. Sekali pesan sampai 100 buah untuk souvenir para tamu produk go green yang ramah lingkungan. Lewat pameran-pameran ini bisa menjaring pelanggan. Ilmu yang saya punya juga terpakai untuk pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ranny, kendala saat produksi adalah cuaca. Sebab, proses pembuatan produknya butuh panas matahari.

Pertama-tama koran dipotong-potong lalu direndam selama 12 menit. Lalu ditiriskan dan dijemur selama 30 menit. Setelah dirangkai harus dijemur selama 12 jam.

“Bikin kerajinan seperti ini kuncinya yang penting modal kemauan dan kesabaran,” jelasnya.

Jenis kerajinan koran ada 3 yaitu dari bahan bubur, anyaman kering dan bahan yang direndam terlebih dulu. Bahannya sederhana, cukup lem kayu, pernis dan cetakan.

“Tempat payung ini misalnya, dicetak dari ember-ember bekas kemasan makanan cepat saji,” kata ibu paruh baya ini.

Harga jual produknya mulai dari Rp 10.000-500.000. Sementara harga untuk souvenir kawinan mulai Rp 10.000. Dalam sebulan ia bisa produksi hingga 500 souvenir kawinan.

Pembeli kerajinan Ranny pun beragam, mulai dari pemilik usaha spa, restoran, sampai pembeli untuk keperluan souvenir kawinan.

“Lama-lama pembeli ada yang minta diajarin, akhirnya saya jadi mengajar dan melath juga. Ada satu kelompok di Cakung yang berhasil saya latih dan kini bisa memasarkan produknya sendiri,” ujar Ranny yang sudah membina sekitar 30 kelompok.

Peserta pelatihan itu rata-rata ibu rumah tangga. Ranny melatihnya sesuai kemampuan, mulai dari bagian memotong, gulung jadi tali, dan plitur.

“Saya beri pelatihan lewat PKK dan Dharma Wanita. Kemarin ada permintaan dari Kedutaan Malaysia di Indonesia minggu ini untuk melatih ibu-ibu kedutaan,” imbuhnya.

Pada masa liburan anak sekolah nanti, Ranny akan berangkat ke Malaysia untuk mengajar anak-anak sekolah bikin kerajinan dari koran. Ia juga membina anak-anak yang bermasalah dengan hukum di Bambu Apus, tujuannya pasca mereka keluar dari panti rehabilitasi sudah punya keahlian.

“Senangnya selain bisa usaha dan dapat penghasilan juga bisa memotivasi perempuan supaya punya keterampilan. Syukur ada yang bisa menghasilkan secara ekonomi,” tuturnya.

Sumber: Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here