Kerajinan Ketak Lombok Diminati Eropa dan Jepang

0
164

Kepala Seksi CSR PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Taufan Yudhistira mengatakan kerajinan ketak Lombok dari artshop Mawar Seraya yang dibina oleh pihak Angkasa Pura I itu sudah bisa menembus pasar Eropa dan Jepang. Kerajinan ketak merupakan salah satu kerajinan tangan yang sangat terkenal di daerah Lombok.

Taufan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6) mengatakan kerajinan ketak Lombok memang sangat diminati oleh pasar Eropa dan Jepang, bahkan permintaan kerajinan khas Lombok itu sangat tinggi. Kondisi ini membuat kemitraan antara Angkasa Pura I dengan UKM tersebut berbuah hasil positif karena aset UKM menjadi bertambah dan membuka lapangan pekerjaan.

Kerajinan ketak merupakan salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) yang sangat potensial untuk dikembangkan di NTB, terlebih lagi bahan baku untuk membuat ketak berasal dari tumbuhan liar relatif sangat mudah didapat. Ketak dapat dianyam untuk kemudian dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan tangan seperti nampan, tempat tissue, tempat buah dan tas.

Taufan menambahkan melalui kemitraan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok dengan UKM jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 1.004 unit. UKM-UKM itu tersebar di seluruh kabupaten/kota di provinsi itu. Mitra binaan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok antara lain pedagang, industri kecil menengah (IKM), kerajinan cukli, gerabah, ketak, dan mutiara.

Para mitra binaan itu nantinya akan diberikan pinjaman dari Rp5 juta hingga Rp50 juta dengan bunga hanya 6 persen per tahun. Selain pemberian pinjaman, pihak Angkasa Pura juga memberikan pelatihan kewirausahaan, mengikuti pameran (promosi) hingga keluar daerah. Termasuk mengajak UKM untuk melakukan studi banding ke daerah lain.

Cara tersebut dilakukan dengan harapan para UKM tersebut bisa memperoleh ilmu dan menerapkannya setelah berada di NTB. Untuk selanjutnya para UKM tersebut bisa terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang berkembang sesuai zaman dan permintaan pasar.

Sementara itu PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok menganggarkan dana hingga Rp 1,5 miliar di tahun 2015 meningkat dari tahun 2014 yang hanya Rp1,2 miliar untuk membantu para UKM tersebut. Anggaran tersebut dialokasikan melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBM) atau dulunya di sebut customer social responsibility (CSR).

Dari tahun 1996 masih di Bandar Udara Selaparang, Kota Mataram dan sekarang di BIL Lombok Tengah, PT Angkasa Pura I sudah menyalurkan anggaran untuk kemitraan dengan UKM mencapai Rp21 miliar. Oleh karena itu diharapkan kemitraan tersebut membuat UKM di NTB terus berkembang dan meningkat tidak hanya pada sisi omsetnya tetapi juga aset yang dimiliki, serta dapat berkontribusi kepada pembukaan lapangan pekerjaan sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Sumber: beritadaerah.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here