Siapkan Produk Unggulan Daerah Berkualitas Hadapi MEA

0
72

PADANG – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Pemprov Sumbar terus menyiapkan langkah strategis agar tidak terlindas dalam persaingan MEA nanti. Salah satu langkah yang ditempuh yaitu dengan menyiapkan Produk Unggulan Daerah (PUD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Ali Asmar menuturkan, dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015 diharapkan para Usaha Kecil Menengah (UKM) Sumbar nantinya bisa bersaing, tentunya dengan me­ningkatkan kualitas dan standar PUD.

“Selain itu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu yang nantinya akan menghasilkan PUD yang berdaya saing di pasar global,” terangnya kepada media usai membuka sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2014 tentang pedoman pengembangan PUD, Jumat (5/6).

Hal ini perlu kata Sekda karena, salah satu faktor hambatan utama bagi sektor UKM untuk bersaing di era MEA adalah kualitas SDM. “Sebagain besar SDM yang kita miliki masih rendah dalam meningkatkan kualitas produk,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kasubit Pengembangan Ekonomi Daerah Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ir Edison Panjaitan. Me­nurutnya melalui Permen tentang PUD ini diharapkan akan muncul UKM yang dapat bersaing di MEA mendatang.

Dimana kata Edison, UKM dapat menciptakan PUD yang berkualitas dan tidak mudah terlindas dalam persaingan pasar global dengan produk dari daerah lain. “Permen ini diharapkan dapat membantu pemerintah mengambil kebijakan terkait dengan pengembangan PUD yang berdaya saing global,” terang Edison.

Sementara Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Wardarusmen ditemui di kantornya menjelaskan, Permen ini memberikan arahan kepada daerah untuk menghasilkan PUD yang bisa di bawa ke pasar global. Kali ini tidak hanya satu produk seperti yang pernah dicanangkan Pemprov dengan pendekatan one village one product. “Namun, untuk satu daerah bisa saja dengan banyak PUD dari daerah masing-masing,” paparnya.

Ditambahkannya, untuk produk antara satu daerah dengan daerah lainnya belum ditentukan. Hanya saja itu akan dilakukan agar satu daerah dengan daerah lainnya tidak menghasilkan produk yang cenderung sama.

“Dalam sosialisasi ini kita juga mengundang Dis­perindag kabupaten/kota yang langsung memberikan pemahaman mengenai PUD yang dimiliki daerah masing-masing,” ujarnya.

“Hanya saja masih ada beberapa tantangan pengem­bangan PUD ini seperti, belum terciptanya iklim usaha yang kondusif termasuk kepastian hokum berusaha, daya saing SDM, perdagangan bebas Asean dan Cina, terbatasnya infrstruktur, laju inflasi dan kesenjangan pembangunan,” tandasnya.

Ditambahkannya, hal ini bisa dilewati apabila SDM yang dimiliki UKM bisa bersaing dalam pasar global dengan pemberian pengetahuan melalui seminar dan pelatihan-pelatihan. “Ini sudah kita lakukan dan kita harapkan hasilnya akan positif,” tutupnya.

Sumber: harianhaluan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here