MEA Persaingan Orang, Bukan Hanya Barang

0
76
Ilustrasi ASEAN

SURABAYA– Indonesia tidak dapat mengelak dari persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini. Siap maupun tidak siap, pasar bebas pasti masuk Indonesia yang punya pasar lebih dari 250 juta jiwa. Potensi itu diincar sembilan negara ASEAN.

Founder & CEO MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya menyatakan, saat ini masih sedikit sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di MEA. Faktor utamanya adalah kurang kreatif dan produktif. Menurut dia, banyak orang yang jadi entrepreneur, tapi berpikirnya hanya untuk jangka pendek.”MEA itu bergantung orangnya. Sebab, di sana bukan persaingan barang, melainkan persaingan orang. SDM yang harus lebih dulu dibenahi. Kalau SDM sudah wow, produk yang dihasilkan punya nilai jual dan daya saing,” ujarnya di sela Marketeer of the Year Surabaya 2015 Kamis (28/6).

Hermawan menambahkan, keberanian dalam berbisnis juga menjadi modal yang penting. Sebab, dalam persaingan, pasti akan ada yang jatuh. Untuk itu, dia berharap UKM tidak main-main dan siap menghadapi berbagai tantangan.

Dia juga menilai semangat kerja SDM lokal yang sekarang masih kalah dibanding Tiongkok yang negaranya lebih kaya daripada Indonesia. Dia mencontohkan, di sana orang bisa bekerja tujuh hari seminggu, sedangkan di sini hanya lima hari. ”SDM kita masih perlu banyak inspirator yang dapat mengajak mereka. Bukan sekedar motivator,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Hadi Prasetyo menyampaikan, saat ini pihaknya sedang berbenah menyambut MEA. Salah satunya menyiapkan East Java Global Economic Service yang ditargetkan dapat diakses September mendatang.

”Program itu merupakan aplikasi layanan informasi yang dapat diakses semua orang. Kami ingin mengumpulkan semua data terkait industri yang ada. Dengan begitu, dalam waktu cepat, apa yang dibutuhkan dapat dilayani pengusaha di Jatim,” katanya.

Dia menyadari bahwa pemerintahan sekarang masih kurang dalam penyediaan layanan informasi yang dapat mengakses segala hal. Padahal, dengan aplikasi itu, peluang kerja sama untuk jual beli lokal maupun ekspor sangat besar.

Hadi menjelaskan, banyak industri di Jatim yang berorientasi ekspor, tapi tidak terakses oleh pemerintah maupun pasar lokal. Dia yakin, jika semua lini usaha terkumpul dalam satu database, iklim bisnis di Jatim makin bergairah.

Sumber: Jawapos.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here