Balikpapan Mesti Kreatif Ciptakan Pusat UMKM

0
99

SUGITO barangkali menjadi yang paling lancar dalam menyampaikan setiap gagasan di Debat Publik. Direktur Balikpapan TV (BTV) ini sama sekali tak demam panggung. Ide-ide yang disampaikan juga konkret disertai dengan contoh nyata.

Keinginannya maju sebagai wakil wali kota untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota yang aman, nyaman, mandiri, sejahtera, memajukan ekonomi kerakyatan, industri, perdagangan, jasa, dan pariwisata yang religius. “Jika saya diberi kepercayaan dan kesempatan, akan ada perubahan bersama masyarakat. Mewujudkan pembangunan bersih korupsi kolusi dan nepotisme,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan panelis soal minimnya bantuan keuangan APBN dan provinsi, dia menyebut, yang perlu dilakukan kepala daerah adalah duduk bersama wakil rakyat di DPRD Kaltim dan anggota Banggar. “Dari situ sodorkan materi proyek-proyek prioritas dan kepentingan anggaran di Balikpapan,” ujarnya.

Begitu juga dengan APBN. Pemimpin kota harus kreatif. Karena mengandalkan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus saja tak akan cukup. Sebab 80 persen peruntukannya sebagai gaji pegawai. Jika pemimpin kreatif, setidaknya dari Rp 30 triliun APBD, Balikpapan bisa dapat Rp 500 miliar.

Selanjutnya, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, perlu dibuatkan suvenir center. Misalnya Baso 17, yang artinya Balikpapan Suvenir di Km 17. Di situ, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat langsung. Sehingga ketika kondisi ekonomi bergejolak, UMKM tetap bisa memperkuat perekonomian kota.

“Sebagai contoh, munculnya ekonomi kreatif dalam bentuk batu akik. Kalau saya wakil wali kota saya akan bikin festival batu akik nasional maupun internasional. Sehingga ekonomi masyarakat bawah akan terangkat,” tambahnya.

Kemudian, Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) memang perlu direalisasikan. Wali kota dan wakil wali kota harus menciptakan unit selling poin. Tim ini yang menggali apa yang unik untuk dijual Balikpapan. Misalnya, ketika ulang tahun, sudah punya kalender event yang diketahui secara umum bahkan secara internasional.

Kepastian jadwal itu yang akan mengundang banyak wisatawan datang. Entah tersebut dikemas dengan gaya kreatif wali kota. Memang, MICE bergantung dengan infrastruktur. Tapi dengan yang sudah ada harus dimanfaatkan maksimal. “Balikpapan ada Dome, bisa manfaatkan,” kata Sugito menggebu-gebu.

Dikatakan, wali kota dan wakilnya harus membangun persepsi city branding, yaitu Balikpapan ekonomi forum. Bahwa pertemuan ekonomi forum digeser ke Balikpapan, tak harus di Jakarta, tak harus di Malang. “Balikpapan tak kalah bagus,” ungkapnya.

Sumber: Kaltimpost.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here