Pengusaha Indonesia Sukses Rambah Bisnis Jamur di Serbia

0
84
Penandatanganan kerjasama bisnis jamur di Kota Kovin, Serbia (foto: Humas KBRI Beograd)

Kontrak lahan 7,5 ha di Kota Kovin untuk kembangkan usaha.

Delta Danube yang dimiliki pengusaha Indonesia (Bawazir Grup) semakin memantapkan langkah mengembangkan bisnis jamur di Serbia yang merupakan salah satu emerging economies di wilayah Balkan.

Dalam sebuah upacara sederhana di Kantor Walikota Kovin, Delta Danube yang diwakili Nebojsa Panic bersama Walikota Kovin, Sanja Petrovic, melaksanakan penandatanganan kontrak sewa lahan seluas 7,5 ha yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi perkebunan jamur berikut fasilitas pendukungnya.

Baca juga: KBRI Canberra terima paket mencurigakan dan Standard Chartered Bank luncurkan program “This is Our Home Ground”

Turut hadir menyaksikan adalah Duta Besar RI untuk Republik Serbia merangkap Montenegro, Harry RJ Kandou, Sunil Mamgaim (Direktur Eksekutif PT Eka Timur Raya, anak usaha Bawazir Grup yang mengelola perkebunan jamur di Indonesia), Tihomir Vukosavljević (Ketua DPRD Kovin), Darko Baković (Deputi Walikota), Nada Rovčanin (Penasihat Walikota), Dragan Dragić (Asisten Walikota), Jelena Čolaković (Sekretaris Daerah Kovin), Sava Krstić (anggota DPRD Kovin), dan Željko Sušec (anggota Parlemen Serbia).

Dicapainya kesepakatan sewa lahan tersebut memfasilitasi tahap-tahap berikutnya dari realisasi investasi Delta Danube yang meliputi konstruksi bangunan, pelaksanaan produksi dan pengiriman produk akhir untuk konsumen yang berada di Serbia maupun pasar ekspor.

Delta Danube meyakini prospek perkembangan bisnis jamur yang baik di Kota Kovin mengingat kondisi iklim dan lahan yang mendukung di samping ketersediaan tenaga terampil yang cukup memadai. “Diharapkan Delta Danube tidak saja berkembang menjadi salah satu elemen penguat kerjasama ekonomi dan persahabatan bilateral, namun juga dapat membantu mendorong pengembangan ekonomi lokal,” ungkap Duta Besar RI.

“Sukses Delta Danube ditentukan pula oleh keberlanjutan dukungan dari pihak terkait di Kota Kovin. Karenanya, kami minta perhatian masyarakat dan Pemerintah Kota Kovin agar senantiasa mengupayakan kondisi terbaik bagi perkembangan bisnis Delta Danube,” lanjut Dubes RI menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk mengawal koneksi yang telah terbentuk agar lebih berkembang lebih dalam dan menjadi kekuatan yang turut menggerakkan transformasi bidang-bidang potensial lainnya menjadi kerjasama nyata.

Sementara Sunil Mamgaim menjelaskan, awalnya produksi akan dimulai dalam skala kecil. Selanjutnya, kemampuan produksi akan ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan pasar dan kesiapan di lapangan. Pendekatan ini pula yang dipraktekkan di Indonesia sehingga perusahaan mampu memproduksi hingga 26 ton jamur per hari. “Kami berharap bisnis jamur yang dimulai di Kota Kovin ini akan terus berkembang dan tumbuh menjadi yang terbesar di wilayah Balkan di masa depan,” jelasnya.

“Kami sangat gembira dengan dimulainya proyek Delta Danube di Kota Kovin dan kami berharap akan lebih banyak lagi investor Indonesia yang datang. Kota Kovin membuka pintu untuk kerjasama yang lebih luas dengan Indonesia, tidak saja dalam bidang ekonomi namun juga dalam pariwisata, kebudayaan dan pendidikan,” sahut Walikota Kovin, ASanja Petrovic.

Perlu diketahui, Kota Kovin berada sekitar 80 km sebelah timur Ibukota Serbia, Beograd. Kota berpenduduk sekitar 37.000 jiwa tersebut terhampar pada areal seluas 730 km2 dengan aktivitas utama berupa pertanian, industri garmen dan alas kaki. Posisi Kota Kovin yang berdekatan dengan lokasi pabrik baja terbesar di Serbia, Zelezara, mendorong pula perkembangan aneka kegiatan pendukung industri.

Bawazir Grup memiliki sejumlah anak usaha yang bergerak di berbagai bidang termasuk perbankan, property, pertanian, pemrosesan makanan, perikanan, pertambangan, dan perdagangan umum. Proyek Delta Danube menambah daftar investasi Indonesia di Serbia, yang meskipun jumlah masih terbatas namun terus berkembang positif.

Kedutaan Besar RI di Beograd mengundang pelaku bisnis di tanah air agar segera menggarap peluang-peluang yang terbuka di wilayah Serbia dan Montenegro baik melalui skema kerjasama perdagangan maupun investasi. Pasar kedua negara tersebut relatif terbuka untuk ragam produk Indonesia dan lokasinya cocok untuk dijadikan batu pijakan (hub) untuk memasuki pasar Eropa khususnya Uni Eropa.

Terbuka pula peluang investasi brownfield dimana saat ini Pemerintah Serbia menawarkan sekitar 350 BUMN kepada investor yang berminat melalui proses privatisasi. Terdapat pula sejumlah BUMN yang akan dipailitkan dan dijual asset-asetnya. @Humas KBRI Beograd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here