Sate Purwakarta Dibina Agar ‘Go International’

0
131
Ilustrasi Sate Maranggi

Purwakarta – Ratusan pedagang sate maranggi di Purwakarta mengikuti pelatihan. Kegiatan ini, sebagai upaya mendongkrak pengembangan brand panganan berbahan dasar daging itu.

Hal itu agar kuliner yang menjadi khas kabupaten kecil ini bisa dikenal hingga skala internasional.

Acara yang sengaja digelar Pemkab Purwakarta ini, turut dihadiri Praktisi Branding, Subiakto Priosoedarsono. Kegiatan ini, untuk mencetak agar para pedagang memiliki daya saing dengan daerah lain.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, wilayahnya sangat kaya akan produk penganan. Salah satunya, sate maranggi yang merupakan kuliner khas di Purwakarta. Untuk itu, perlu dikembangakan supaya lebih dikenal hingga skala internasional.

“Jadi, kegiatan ini untuk menciptakan penganan yang disajikan mereka agar memiliki cita rasa yang terjaga. Intinya, mereka harus memiliki brand untuk produknya,” ujar Dedi di sela-sela seminar branding, di aula Bale Sawala Yudistira, Pemkab Purwakarta, Rabu (6/5).

Dedi mengatakan, selain membuat brand sate supaya lebih kuat, pemkab pun akan melakukan penataan lapak pedagang. Ke depan, bangunan untuk kios pedagang sate maranggi ini akan disamakan. Baik dari bentuk, maupun fasilitas lainnya.

“Bentuknya bisa seperti saung yang ditata sedemikian rupa. Supaya, memiliki ciri khas tersendiri,” jelas dia.

Dedi mengatakan, penataan bangunan para pedagang ini sengaja dilakukan, supaya bisa lebih menarik dan mempunyai daya tarik bagi pembeli. Jangan sampai, kios tempat mereka berjualan terlihat kumuh. Apalagi, mereka menjajakan makanan Khas Purwakarta.

“Selain mendorong rasanya supaya bisa lebih menggoda konsumen, tempatnya pun harus dibuat representatif. Supaya, Sate Maranggi memiliki harga tawar tinggi. Baik sekala nasional, maupun internasional. Misalnya, seperti makanan produk Amerika,” terang dia.

Dedi menambahkan, potensi kuliner khas Purwakarta ini harus dikembangkan. Supaya, Sate Maranggi ini bisa lebih dikenal di kancah Nasional maupun Internasional.

Sementara itu, Praktisi Branding, Subiakto Priosoedarsono menyebut sate maranggi potensial. Pedagangnya banyak dijumpai misalnya, di sepanjang Jalan Raya Cibungur, Plered, serta Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa.

“Potensi ini harus dikembangkan. Supaya bisa dikenal juga secara nasional,” jelas dia.

Salah satu upaya yang harus dilakukan, sebut dia, yakni dengan menjaga keaslian cita rasanya dari mulai bumbu dan bahan-bahan lainnya. Dengan begitu, ke depan sate maranggi Purwakarta akan terjaga keasliannya.

Sedangkan salah satu upaya memperkenalkannya, dengan membuat festival. Karena, rasa baru bisa diketahui setelah masaknnya dicicipi.

“Jadi, ketika orang mendengar kata Purwakarta, yang akan diingat itu sate marangginya,” jelas dia.

Sate maranggi dengan kata lain, harus jadi identitas Purwakarta. Tapi, sebelumnya harus ada standarisasi supaya tidak ada blok. Jadi, ketika bilang sate maranggi, itu berarti Purwakarta bukan Plered atau Wanayasa.

Menurut dia, sate maranggi Purwakarta, memiliki kekhasan dibanding sate milik daerah lain. Seperti, sate Madura atau Padang.

Sumber: Inilah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here