Onein20 Movement dan Rumah UKM Teken MoU

0
72
Budi S. Isman dan Subiakto Priosoedarsono berjabat tangan seusai menandatangani MoU. Foto: Sindonews

Menaikkelaskan UKM tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus menjadi sebuah gerakan kewirausahaan nasional yang didukung oleh banyak pihak. Pada Kamis (30/4), Pro Indonesia/Onein20 Movement meneken perjanjian kerja sama dengan Rumah UKM. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Budi S. Isman, founder Pro Indonesia/OIM dan Subiakto Priosoedarsono, founder Rumah UKM di Grand Hotel Lembang, Lembang, Kab. Bandung Barat.

Kedua belah pihak akan saling berkolaborasi dan mendukung kegiatan untuk menaikkelaskan UKM di Indonesia. “Ada beberapa program yang akan kami lakukan bersama Rumah UKM, seperti pembangunan infrastruktur untuk UKM maupun pendalaman ilmu yang bermanfaat bagi pelaku UKM,” kata Budi S. Isman. Infrastruktur bagi UKM bisa berupa co-working space yang akan didirikan di beberapa daerah atau data bisnis yang disediakan Rumah UKM.

Sementara itu, Subiakto mengungkapkan, kolaborasi antara beberapa komunitas kewirausahaan adalah keharusan. “Kalau saat ini baru membuat komunitas kewirausahaan dan berjalan sendiri, itu sudah ketinggalan zaman. Kini saatnya kita bergerak bersama-sama demi visi yang sama, yakni menaikkelaskan UKM Indonesia,” kata Subiakto, yang belakangan sering berkeliling Indonesia untuk berbagi kiat membesarkan UKM melalui marketing dan branding, sesuatu yang ditekuninya selama 45 tahun.

Subiakto menerjemahkan tiga pilar kegiatan Rumah UKM dengan 3T, yaitu Tameng, Tombak, dan Terompet. Tameng adalah kegiatan melindungi UKM dari potensi tuntutan hukum, itu sebabnya Rumah UKM aktif memberikan edukasi, supervisi, dan advokasi.

Tombak adalah alat perang yang berarti UKM harus memiliki bekal pengetahuan produk yang baik, distribusi, jaringan, perbankan, dsb. Terompet berarti UKM harus aktif memperkenalkan produk dan jasanya melalui kegiatan marketing dan branding.

Adapun Onein20 Movement (OIM) yang digagas Budi merupakan gerakan menciptakan 1 pengusaha di antara 20 orang dan menaikkelaskan 1 juta pengusaha UKM pada 2020. Pergerakan OIM dimulai dengan Business Coach Training (BCT) untuk mencetak pelatih bisnis yang akan mendampingi pengusaha UKM. Setelah tahap BCT, dilanjutkan dengan workshop Smart Business Map (SBM) bagi para pengusaha UKM.

Nantinya, para peserta workshop akan mendapatkan SBM coaching selama dua bulan. Tujuan akhir kegiatan pendampingan adalah penyusunan proposal bisnis yang akan diadu di acara Business Pitching. Pada kesempatan itu, peserta bisa bertemu dengan investor.

“OIM memiliki kekuatan di Tombak, pengetahuan bisnis. Itu sebabnya, kami berkolaborasi dengan mereka,” kata Subiakto. Sedangkan Budi mengakui pengalaman dan ilmu Subiakto selama puluhan tahun di bidang marketing dan branding sangat dibutuhkan pengusaha yang tergabung dalam Onein20 Movement.

Sumber: Sindonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here