Buat Sendiri Kopimu

0
14
Ilustrasi Kopi

Setiap penggemar kopi tentunya memiliki preferensi metode penyeduhan masing-masing. Sebagian menyukai espresso, manual brewing, atau bertahan dengan Kopi Tubruk. Kopi Tubruk adalah metode penyeduhan kopi yang paling sederhana dan tradisional di Indonesia, dengan harga yang sangat terjangkau. Umumnya, kita menemui Kopi Tubruk di warung kopi maupun warung nasi dan tempat makan sejenis. Dengan harga sekitar Rp 3,000 hingga Rp 5,000, kita sudah bisa menikmati segelas kopi yang dibuat dengan hanya menuangkan air mendidih ke gelas berisi bubuk kopi dan gula.

Minum Kopi Tubruk memang nikmat dan hangat, namun tidak ada yang menandingi rasanya minum kopi di kenyamanan rumah sendiri. Apabila ingin mencoba teknik penyeduhan kopi yang lain dengan hasil semaksimal mungkin, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dengan begitu, kopi buatan sendiri pun tidak kalah enak dengan kopi yang biasa kita minum di café.

a.    Metode penyeduhan kopi

Metode penyeduhan kopi bisa digolongkan menjadi empat kategori, yaitu:

1.    Boiling atau rebus, seperti Turkish/Greek coffee pot;
2.    Immersing/steeping atau perendaman dalam jangka waktu tertentu, seperti French press, tubruk;
3.    Pourover/drip atau kopi saring dengan menggunakan alat khusus, seperti Hario V60, Kalita Wave,  Chemex, Vietnamese drip, cold drip;
4.    Pressuring atau mengekstrak kopi dengan tekanan air khusus dari sumber-sumber yang bisa menghasilkan tekanan air, seperti mesin espresso, moka pot, percolator, syphon.

Dengan mengenal 4 besar metode seduh tersebut, kita bisa mengetahui cara kerja masing-masing alat seduh kopi dengan mudah. Jika kita kurang mengerti bagaimana cara kerja sebuah alat, maka kita akan melakukan kekeliruan dalam penyeduhan kopi.

Tips: lebih baik membeli alat penyeduh kopi yang berkualitas meskipun harganya lebih mahal. Alat-alat berkualitas memiliki daya tahan yang lebih lama dan hasilnya lebih maksimal dibandingkan dengan alat-alat yang lebih murah. Contohnya, alat French press seharga Rp 50,000 bisa dipakai namun kurang mampu memisahkan partikel kopi dengan air karena lubang filter yang lebih besar dibandingkan dengan merk Bodum yang sudah terkenal.

b.    Kopi harus fresh

Beberapa dari kita memang lebih menyukai membeli kopi yang sudah berbentuk bubuk karena praktis, namun sangat dianjurkan untuk menggiling sendiri biji kopi. Kopi yang baru dipanggang (roast) lalu digiling memiliki rasa dan aroma yang lebih baik dibandingkan dengan kopi yang sudah digiling terlebih dahulu. Mengapa demikian? Biji kopi yang telah digiling membuka rongga permukaan (surface), menjadi partikel lebih kecil dari biji kopi sebelumnya. Maka, aroma kopi pada kopi yang telah digiling lebih cepat hilang.

Tips: Penggemar kopi sangat dianjurkan untuk memiliki alat penggiling kopi (grinder) sendiri. Tanpa grinder, kita akan kesulitan dalam menentukan kasar atau halusnya gilingan kopi sesuai dengan alat penyeduh yang digunakan. Misalkan, French press memerlukan biji yang digiling agak kasar, Vietnam drip memerlukan gilingan yang lebih halus, dan mesin espresso memerlukan gilingan biji kopi yang lebih halus lagi. Blender bisa saja digunakan untuk menggiling kopi, namun hasilnya tentu tidak sempurna.

c.    Kopi, air, temperatur, dan waktu

Untuk penyeduhan maksimal, kita juga harus menyesuaikan hasil gilingan kopi kita dengan waktu seduh yang diinginkan. Semakin halus hasil gilingan kopi, maka akan lebih cepat larut dengan air. Sementara itu, kopi yang dilarutkan hanya sekitar 1,5-2% dari kuantitas kopi yang kita siapkan, selebihnya adalah air yang akan memadukan rasa kopi yang kita inginkan.
Waktu seduh atau biasa disebut contact time akan sangat berpengaruh dengan kepekatan kopi yang kita seduh. Ketika kita melarutkan kopi kurang atau lebih dari waktu yang semestinya, hasilnya bisa jadi jauh dari yang kita inginkan.

Alat seduh kopi tentunya memengaruhi penyesuaian waktu seduhnya. Idealnya, waktu ekstraksi yang diperlukan untuk skala giling halus lebih cepat dan waktu ekstraksi lebih lambat diperlukan untuk skala giling kasar. Contohnya, hasil gilingan kasar diperlukan untuk teknik penyeduhan French press karena memakan waktu sekitar empat menit; sedangkan mesin espresso membutuhkan hasil giling yang jauh lebih halus karena waktu penyeduhan hanya memerlukan 20-35 detik. Pengaturan grinder penting sekali dilakukan dan kita wajib mengetahui seberapa kasar atau halus bubuk kopi yang kita butuhkan untuk penyeduhan.

Terakhir, rasio antara air dan kopi. Rasio yang baik kira-kira 15-18 ml air per 1 gram bubuk kopi. Jika kopi terlalu pekat, maka akan menyebabkan rasa yang sangat pahit dan menghilangkan sebagian rasa yang seharusnya. Jika kopi terlalu encer, maka akan membuat rasa dan aroma kopi tidak maksimal dan menjadi sangat ringan.

d.    Jaga kebersihan alat seduh

Kebersihan alat-alat akan sangat mempengaruhi hasil seduhan kopi kita. Jika alat seduh tidak dibersihkan setelah digunakan, maka sisa-sisa seduhan kopi akan mengendap dan menjadi kotoran. Kotoran yang menempel itu akan memengaruhi aroma dan rasa kopi. Contohnya, minyak dan ampas kecil yang tertinggal di alat seduh akan menimbulkan bau dan rasa hambar di kopi.

Sumber:

Celebrating Hundred Years of Kopi Tubruk


http://bincangkopi.com/dasar-dasar-penyeduhan-kopi/

Tips menyeduh kopi di rumah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here