Mayoritas Produk UMKM Tak Lalui Mekanisme Ekspor

0
62

Bisnis.com, JAKARTA – Saat ini, sudah banyak produk-produk anak bangsa yang beredar di luar negeri. Hanya saja, sistem penjualan yang dilakukan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu tidak bisa menyumbang angka ekspor Indonesia.

Ekonom dan Ketua UKM Center Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha melihat fenomena tersebut merupakan gambaran umum dari kondisi UMKM di Indonesia.

Dia mengatakan sebenarnya sudah banyak produk-produk buatan dalam negeri yang beredar di mancanegara, hanya saja prosedur barang keluar tersebut tidak melalui mekanisme ekspor. Mayoritas, produk-produk tersebut dibawa oleh orang asing yang datang ke Indonesia.

Dia melihat hal itu disebabkan pengetahuan pelaku UMKM yang tidak tuntas terkait mekanisme ekspor. Sebagian besar, wirusahawan tersebut mengetahui setengah-setengah, padahal untuk memiliki kemampuan ekspor harus mengetahui mekanismenya dari awal hingga akhir.

“Saya lihat sudah banyak pelatihan yang dilakukan oleh berbagai kementerian, tapi semuanya belum terintegrasi sehingga informasi yang diberikan juga tidak tuntas,” katanya.

Untuk itu, harus didorong dengan pembaruan metode pelatihan yang diberikan kementerian terkait. Tak hanya sekadar pemberian materi, tetapi harus ada pembinaan dan pendampingan hingga UMKM mampu melakukan ekspor secara mandiri.

Proses pendampingan tersebut bisa dilakukan dengan bekerja sama antara pemerintah, akademisi serta peran swasta yang bisa menjadi mentor dan tempat konsultasi ketika pelaku usaha mengalami kesulitan saat menempuh tiap langkah proses ekspor.

Selain mengenai hal-hal teknis ekspor, menurutnya pelaku usaha juga perlu dibina terkait peningkatan kualitas produk ekspor, serta bagaimana mengemas produknya supaya lebih diterima pasar.

“Jika pelaku usaha mampu melakukan ekspor produk sendiri, pertumbuhan penjualannya bisa sangat signifikan,” katanya.

Eugenia percaya, kemampuan ekspor yang dimiliki UMKM tersebut bisa terus mendorong nilai ekspor Indonesia yang disumbang dari produk-produk UMKM. Pasalnya, selama lima tahun terakhir terus mencatatkan tren yang positif.

Pada periode Januari-Februari 2015, nilai ekspor produk UMKM mencapai US$2,07 miliar, di mana produk pertanian mendominasi dengan nilai mencapai 40,99%.

Sementara itu, produk UMKM yang memiliki pertumbuhan terbesar adalah obat tradisional terstandar yang tumbuh hingga 32,14% dan makanan olahan tumbuh 12,72%.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here