Jalan-Jalan UKM Surabaya: Part 1

0
22
Ilustrasi Surabaya

Akhir pekan kemarin, Admin menemani Pak Bi dan Bu Dwita mengunjungi Surabaya dalam rangka kunjungan keluarga, meeting dan bertemu dengan teman-teman UKM sekaligus kuliner. Dalam perjalanan kali ini, kami seringkali terkesan dengan UKM yang sudah maju banget disana.

Berangkat menggunakan Batik Air dari terminal 1C  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kami boarding sekitar pukul 07.45 pagi. Ternyata, gate bandara yang dipakai oleh Batik Air lebih eksklusif dan sepanjang lorong dihiasi oleh kain-kain batik yang dibingkai dari seluruh nusantara. Bu Dwita jadi heboh foto-foto kainnya deh. Penerbangan kami tepat waktu dan sampai di Surabaya sekitar pukul 09.30 pagi.

Dari Bandara Juanda, kami langsung naik mobil ke Madura. Akhirnya kami melewati jembatan Suramadu juga… Dengan bantuan GPS, kami berhasil sampai ke Nasi Bebek Sinjay yang terkenal itu. Sesampainya disana, kami berbagi tugas untuk mengantri dan mengambil tempat. Sepengamatan Admin, Nasi Bebek Sinjay memiliki konsep self service mungkin dengan alasan agar tidak ada yang menunggu lama, semua bisa mendapat makanan dengan cepat.  Menu makananannya pun hanya ada 1 macam, yaitu Paket Nasi Bebek + minuman (Teh Botol atau air mineral).

Tempat ngantrinya pun dibuat dua tahap: counter pertama untuk pesan dan bayar; sedangkan counter kedua untuk ambil pesanan. Tersedia penganan pendamping seperti rempeyek dan keripik lainnya yang bisa dibeli di counter pembayaran. Kalau ada yang mau es kelapa muda, tersedia di counter jus buah yang terpisah dari counter utama. Kembali lagi, pengaturan ini sepertinya untuk menghindari pemesan menunggu terlalu lama.

Suasana di restoran Nasi Bebek Sinjay, Bangkalan. Pengunjung berbagi tempat dengan pengunjung lainnya di meja panjang yang berjejer.
Suasana di restoran Nasi Bebek Sinjay, Bangkalan. Pengunjung berbagi tempat dengan pengunjung lainnya di meja panjang yang berjejer.

Karena sudah lapar, kami langsung mulai makan. Bebeknya sangat empuk dan nggak berasa amisnya. Sedangkan sambal Pencit (sambal mangga dan bawang putih) awalnya terasa sangat pedas, namun sambal ini menambah kenikmatan makan dan pastinya ada yang kurang kalau makan bebek Sinjay tanpa sambal ini. Kremesnya juga semakin menambah selera makan.

Menu di Nasi Bebek Sinjay hanya ada satu, ya nasi bebek. Paket terdiri dari nasi dengan ½ bebek (paha dan dada), lengkap dengan sambal Pencit, serta ati-ampela dan minum.
Menu di Nasi Bebek Sinjay hanya ada satu, ya nasi bebek. Paket terdiri dari nasi dengan ½ bebek (paha dan dada), lengkap dengan sambal Pencit, serta ati-ampela dan minum.

Sambil makan, Pak Bi menjelaskan bahwa Nasi Bebek Sinjay bukan lagi sekedar nama atau produk. Nasi Bebek Sinjay sudah sukses menjadi satu tujuan atau destinasi karena orang rela jauh-jauh datang ke Bangkalan, Madura hanya untuk menikmati sepiring (atau lebih!) nasi bebek yang nikmat. Artinya, ini adalah contoh City Branding yang sukses. Setelah makan, kami menyempatkan diri melihat-lihat aneka batik khas Madura di toko yang berada tepat di samping Sinjay dan mempelajari motif-motif batik Bangkalan dan Pamekasan. Kami kembali ke Surabaya dengan Batik Madura dan otak-otak bandeng Gresik yang kami beli di counter pembayaran Nasi Bebek Sinjay.

Alamat:
Nasi Bebek Sinjay. Jl. Raya Ketengan No. 45 Bangkalan Madura.
Telp: 031-72665949

Berlanjut ke Jalan-Jalan UKM Surabaya: Part 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here