Soekarwo: Cinta Indonesia Tidak Cukup Untuk MEA

0
162
Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Skalanews – Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo menegaskan bahwa cinta Indonesia saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan dalam perdagangan bebas pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Cinta Indonesia saja tidak cukup, karena kalau karya kita tidak berkualitas akan jelas kalah. Semangat petarung juga penting, tapi saya yakin kita memilikinya, apalagi Jatim,” katanya dalam kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa FEB Unair Surabaya, Rabu.

Dalam kuliah umum bertajuk “Strategi Jawa Timur dalam Menghadapi Persaingan Bebas MEA 2015” yang juga dihadiri ahli dan praktisi ekonomi se-Jatim itu, pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu menyebut dua kunci sukses dalam MEA yakni kualitas karya dan semangat individu.

“Sikap masyarakat Senduro (Lumajang) dan Bangil (Pasuruan) adalah contoh yang layak ditiru. Masyarakat Senduro itu punya keripik pisang, tapi bukan sekadar keripik, karena keripik pisang Senduro sudah ekspor. Masyarakat Bangil yang sudah ekspor bordir ke Brunei hingga enam kali penerbangan sepekan,” katanya.

Namun, ia membeberkan bahwa sukses Jatim saat ini bukan karena ekspor itu, melainkan justru ditopang oleh keseriusan dalam menggarap “pasar nasional” dengan membuka perwakilan dagang pada 26 provinsi, terutama di kawasan timur Indonesia.

“Hasilnya luar biasa, transaksi perdagangan Jatim meningkat 30 persen sejak membuka jaringan perdagangan antarpulau di dalam negeri itu. Artinya, pasar dalam negeri itu lebih potensial daripada pasar luar negeri. Itu fakta,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan menghadapi MEA dengan meningkatkan tiga bidang yakni infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan sumberdaya manusia.

“Kita punya masalah kemiskinan, khususnya di tapal kuda, karena itu saya kembangkan SMK mini hingga 170 unit,” katanya.

Terkait infrastruktur, pihaknya akan menjadikan Teluk Lamong sebagai pelabuhan internasional ketiga setelah Amsterdam dan Hong Kong.

“Presiden Jokowi akan meresmikan pada 20 Mei 2015 dan sejak itu kita langsung dengan buyer tanpa transit Singapura,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan membangun bandara provinsi yakni Bandara Abd Rahman Saleh dan pelabuhan provinsi yakni Pelabuhan di Probolinggo.

“Kawasan Gresik ke Tuban akan dibangun tujuh smelter industri berat, sehingga mampu menghentikan 60 persen impor seperti logam,” katanya.

Dalam sesi dialog, Pakde Karwo mengungkapkan pentingnya pelayanan publik. “Dalam hal tertentu, kita harus membuat regulasi yang memproteksi rakyat, karena rakyat kita yang mayoritas bergerak di sektor primer itu harus dilindungi agar berdaya hingga sukses,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengeluarkan Pergub Larangan Impor Beras untuk melindungi petani. “Tidak hanya itu, saya juga menolak pajak untuk UKM, meski hanya 1 persen, karena UKM itu justru perlu didorong untuk berkembang hingga besar, jadi pajak itu untuk mereka yang besar,” katanya.

Selain itu, dirinya juga menolak Permen 01 dan 02 dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. “Permen itu bagus, tapi kalau kita melarang tanpa memberi jalan keluar justru akan mematikan mereka. Kita beri jalan keluar melalui pemberdayaan, baru aturan ditegakkan,” katanya.

Ia mencontohkan AS yang merupakan negara liberal saja masih memberikan subsidi besar-besaran untuk jagung. “Jadi, publik harus dilayani untuk berdaya dan pelayanan untuk publik itu harus melalui pemihakan melalui regulasi, subsidi, dan semacam itu,” katanya.

Dengan fokus pada infrastruktur, pengembangan sumberdaya manusia, dan pelayanan publik yang baik, maka akan menghasilkan daya saing masyarakat dan juga produk atau karya yang berkualitas.

“Itulah modal kita menghadapi MEA, terbukti daya saing masyarakat Jatim sudah mendekati Jakarta dan jauh meninggalkan provinsi lain,” katanya.

Sumber: Skalanews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here