Rahmat Pramono: UMKM Wajib Siap MEA

0
38

Rahmat Pramono Duta besar Republik Indonesia untuk ASEAN dalam Seminar Nasional Federasi Serikat Pekerja Sinergi BUMN mengatakan, 89 hingga 99 persen kalangan bisnis di ASEAN adalah Usaha Kecil Menengah (UKM), yang menyerap 52-97 persen tenaga kerja.

Angka tersebut berkontribusi terhadap Gross domestic product (GDP) sebesar 10-30 persen, yang nilai ekspornya mencapai 10 hingga 30 persen. Sehingga semua pihak harus siap dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, baik Pemerintah, BUMN, dan juga Usaha kecil menengah (UKM).

Dia menabahkan, tanpa atau dengan adanya MEA 2015, sesungguhnya pasar tenaga kerja di Indonesia sudah sangat terbuka.

“itu sesuai UU no 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan, tenaga kerja asing yang memiliki jabatan Direktur (kecuali HRD),manajer dan tenaga ahli diperbolehkan bekerja di Indonesia sepanjang memiliki sponsor dan mendapatkan persetujuan oleh sektor jasa terkait,” kata Rahmat Pramono di Surabaya, Kamis (9/4/2015).

Karena itu, kata Rahmat, dunia usaha termasuk BUMN, masyarakat dan pemerintah harus benar-benar siap, sehingga tidak tertinggal. Apalagi Indonesia merupakan potensi pasar yang cukup besar.

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang akan segera berlangsung, membuat semua pihak untuk berbenah dan mempersiapkan diri untuk bersaing di perdagangan bebas tersebut. Tidak hanya swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu melakukan persiapan untuk bersaing di MEA.

Tantangan BUMN saat MEA berlangsung dibahas bersama saat acara Seminar Nasional Federasi Serikat Pekerja Sinergi BUMN dengan tema “Mempersiapkan Mentalitas Pekerja BUMN dalam menghadapi Daya Saing MEA 2015” di Ballroom Santika Premiere Hotel, Jl. Raya Gubeng, Surabaya, Kamis (9/4/2015).

Sumber: Suarasurabaya.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here