Pak Min Bagi Kiat Sukses Dongkrak Penjualan

0
18

YOGYA (KRjogja.com) – Tantangan terbesar yang harus dihadapi UMKM tidak hanya sekedar mencari pasar semata, namun juga mendongkrak penjualan. Strategi mendongkrak penjualan tersebut dari hilir yaitu menambah jaringan/distribusi baru, pelanggan, area/wilayah, cross selling, top up, full line selling/kelengkapan dan efektivitas.

Demikan disampaikan praktisi penjualan terkemuka yang juga seorang pengusaha, Mindiarto Djugorahardjo dalam Seminar A-Z Sukses Dongkrak Penjualan Episode UMKM yang di gelar di Aula Lantai 7 Bank BPD DIY Yogyakarta, Kamis (09/04/2015). Seminar terapi penjualan ini dihadiri puluhan peserta yang merupakan nasabah UKM Center Bank BPD DIY.

“Kekacauan pasar dan perubahan radikal terus terjasi, banyak perusahaan ataupun UMKM gulung tikar tanpa sebab yang jelas ‘disapu’ perubahan pasar. UMKM yang mampu menantang badai di dalam situasi perubahan seperti ini memerlukan tujuh syarat yang menjadi perhatian,” tutur pria dengan sapaan Pak Min yang telah menikmati asam garam dunia penjualan.

Pak Min berbagi stategi untuk mendongkrak penjualan UMKM dari hilir yaitu menambah jaringan/distribusi baru, menambah pelanggan baru, menambah area/wilayah baru atau memperluas pasae, cross selling, menambah top up, full line selling/kelengkapan dan efektivitas. Selain itu, perubahan untuk melakukan perbaikan secara inkremental sudahlah usang, saat ini yang perlu dilakukan adalah perbaikan menuju kualitas unggul yang total, meliputi kualitas produk, pelayanan, after sales service, komunikasi, promosi hingga distribusi.

Situasi ini jelas membuat pasar semakin tersegmentasi, terpecah-pecah,butuh spesialisasi, piliahan pelanggan semakin luas tak terbatas, tunturan semakin melangir, menuntut kualitas andal, harga bersaing serta respon super kiliat yang mengakibatkan isolasi atau proteksi diri sudah berakhir. Kepastian komersial menjadi tunturan yang saat ini tidak bisa dihindarkan.

“Bila kita bicara perusahaan yang mampu menantang badai di dunia penjualan dalam situasi perubahan seperti ini, maka diperlukan tujuh syarat yang menjadi perhatian. Syarat tersebut yaitu struktur organisasi penjualan yang fokus kepada produktivitas, diferensiasi strategi, responsif, adaptif dan kecepatan proses, menciptakan perang nilai, berorientasi strategi peningkatan penjualan, inovatif dan pelatihan SDM penjualan, ” paparnya.

Menurutnya banyak sekali jajaran penjual dibekali dengan segudang pengetahuan produk, namun sangat minim dibekali ketrampilan komunikasi yang tepat, singkat, dan efektif. Komunikasi dalam penjualan bukan sekedar menyampaikan program dan menawarkan produk, tetapi dituntut kemampuan menyampaikan program-program perusahaan, tentunya diperlukan ketrampilan dalam mendengarkan dengan baik.

Lebih lanjut disampaikannya, di era digital yang masuk ke berbagai aspek bisnis membuat pengelolaan wilayah penjualan bukan sebatas geografis. Namun ada aspek lain yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penjualan antara lain persaingan pelanggan, teknologi yang pro pasar, dan kemampuan analisis dari data pelanggan. Hal ini diperlukan bukan semata-mata untuk memperoleh penjualan, namun juga agar memenangkan persaingan yang dahsyat di era digital saat ini.

Berikut cara cerdas memenangkan persaingan melalui manajemen wilayah dan waktu yaitu berdasarkan sejarah penjualan dan frekuensi kunjungan, melihat potensi pelanggan setiap produknya, tingkat persaingan produk dan kemampuan finansial. Selanjutnya ada cara cerdas mengetahui kemampuan menyimpan stok inventori, kunjungan rutin salesmen pesaing dan penggunaan teknologi yang berbasis pro pasar.

Sumber: krjogja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here