Mahasiswa IPB & Unibraw Ciptakan Keripik Vacuum Frying

0
250

Bogor – Inovasi empat mahasiswa ini boleh dicontoh. Selain mampu meningkatkan produksi pertanian, mereka berhasil menawarkan citra rasa hasil pengolahan keripik menggunakan teknologi Vacuum Frying.

Adalah I Wayan Budiastra, Pramono D. Fewidarto, Memen Surahman, Deva Primadia Almada dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Anang Lastriyanto dari Universitas Brawijaya (UB) berinisiatif mengolah berlimpahnya bahan baku di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Riset ini menciptakan model kerja sama penerapan teknologi Vacuum Frying berbasis penelitian antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah melalui penerapan teknologi, riset, peningkatan sumberdaya manusia (SDM) dan pendampingan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Mitra.

Riset yang dilakukan selama tiga tahun sejak 2010 ini mengolah berbagai bahan baku. Pada tahun pertama bahan baku yang digunakan adalah pisang, durian, nangka dan cempedak.

Tahun kedua adalah ikan tongkol, lemuru, pepetek dan daging sapi. Pada tahun ketiga adalah sayuran terong dan kacang panjang, serta uji jalar dan talas.

Hasilnya adalah optimalisasi teknologi pengolahan, teknologi kemasan dan tersusunnya Standart Operating Prosedure (SOP) pengolahan keripik buah, ikan, daging sayuran dan umbi yang telah berhasil diterapkan oleh UKM Mitra untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk yang dihasilkan.

Peningkatan nilai tambah pada bahan baku yang melimpah dan kondisi UKM Mitra yang mengalami perubahan. Di antaranya higienitas ruang produksi meningkat, penggunaan teknologi, daya tahan produk yang tadinya tiga bulan menjadi satu tahun, dan omzet dari 26-35 juta rupiah per bulan naik menjadi 60-70 juta rupiah per bulan.

“Awalnya kami melihat produksi buah-buahan, ikan, sayuran dan umbi sangat berlimpah di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Namun, tidak semua produk pertanian ini dapat dibawa ke pasar karena kendala jarak yang jauh, keterbatasan alat transportasi, dan umur simpan produk yang terbatas,” kata Memen Surahman.

Dia menambahkan, kendala lain belum berkembangnya unit pengolahan pascapanen dan pengolahan untuk meningkatkan umur simpan dan nilai tambah produk pertanian tersebut.
“Durian, pisang, nangka dan cempedak merupakan jenis buah dengan produksi yang cukup berlimpah. Pada saat musim panen raya, harga buah tersebut menurun secara drastis dikarenakan over produksi,” jelasnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Memen dan mahasiswa lainnya memiliki ide untuk melakukan riset yang bisa memanfaatkan bahan baku tersebut menjadi produksi olahan yang digemari masyarakat.

Sumber: inilahkoran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here