Menggeliat, Bisnis Boneka Pakaian Adat Beromzet Rp20 Juta/Bulan

0
120
Pengrajin boneka adat -- FOTO ANTARAYusran Uccang
Pengrajin boneka adat — FOTO ANTARA/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Surabaya: Usaha kecil dan menengah (UKM) di Surabaya, Jawa Timur kini kembali menggeliat. Salah satunya dirasakan seorang pengrajin boneka pakaian adat nusantara.

Selain mengenalkan dan mewakili keragaman budaya nusantara, bisnis boneka pakaian adat yang ditekuninya kini beromzet hingga Rp20 juta per bulan. Sukma Trilaksasih, warga Rungkut Permai II Surabaya, Jawa Timur tak pernah membayangkan jika bisnis boneka pakaian adat nusantara yang ditekuninya bisa sebesar ini.

Awalnya Sukma menekuni kerajinan boneka pakaian adat karena prihatin melihat boneka yang dijual bebas di pusat perbelanjaan mengenakan pakaian seronok. Sukma lantas berpikir untuk membuat kerajinan boneka, namun dengan menonjolkan pakaian adat nusantara.

Boneka yang diproduksinya, awalnya berukuran besar. Namun, karena dinilai kurang praktis dan memakan tempat, Sukma beralih memproduksi berukuran kecil. Boneka yang diproduksi berbalut beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari cak dan ning Kota Surabaya, tari Temo, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara untuk boneka perempuan. Sukma membalutnya dengan kebaya, lengkap dengan kain panjang dan sanggul.

Sedangkan untuk boneka laki-laki mengenakan busana beskap dan blankon. Ada juga boneka dari daerah Sumatera, dengan kain songketnya. Serta dari Sulawesi dengan keindahan pernak-perniknya.

Pesanan dari konsumen biasanya datang karena Sukma aktif mengikuti pameran di berbagai daerah. Peminatnya bukan hanya konsumen umum, namun juga dari instansi pemerintahan untuk dijadikan souvenir atau cenderamata bagi tamu-tamu mereka dari luar kota Surabaya.

Bahkan tak jarang mereka membawanya saat mengadakan perjalanan dinas ke luar negeri. Harga boneka kecil berpasangan dalam kotak akrilik dijual Rp125 ribu. Namun jika hanya boneka kecil tunggal dihargai Rp75 ribu.

Selain dari Indonesia, konsumen juga berasal dari luar negeri seperti Belanda, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dalam sebulan, omzetnya mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Sumber: metrotvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here