Kemenperin Bantu Afrika Bangun IKM

0
8

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana membantu negara Seychelles yang terletak di Benua Afrika untuk membangun industri kecil dan menengah (IKM).

Kemenperin akan memberikan pelatihan dan berbagi pengetahuan serta informasi kepada para pemuda Seychelles. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan memberikan pembelajaran, pencerahan, dan saling bertukar informasi mengenai kekuatan sumber daya alam yang dimiliki, baik alam maupun manusia. ”Akhir April saya diundang ke Seychelles,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, pertemuan ini untuk mengangkat ekonomi negara-negara di Afrika dan ASEAN, khususnya UKM dan di dalamnya IKM. ”Supaya kita bisa saling tukar menukar teknologi proses, membantu pemasaran, dan tentunya saling mengajari,” jelasnya.

Dia melanjutkan, Sekjen bersama Ditjen Kerja Sama Industri Internasional (KII) akan bekerja membuat suatu program. ”Dalam hal ini Kemenperin mengajari anak mudanya untuk menjadi wirausaha. Kita coba membangun gerbongnya, kemudian dari sekolah-sekolah kita,” katanya.

Dia mencontohkan, salah satu instruktur dari Akademi Teknologi Kulit bisa membantu mengajar di Somalia mengingat di sana lebih banyak ternak dibanding orangnya. ”Mereka mengekspor kulit ke mana-mana. Namun untuk sampai ke Indonesia, harus ke Italia. Dari Italia baru masuk ke Surabaya,” imbuhnya.

Ke depan akan sangat banyak yang bisa dikembangkan. Namun dalam jangka pendek, ini akan fokus terlebih dahulu di IKM berbasis agrobisnis, baik dari tanaman pangan atau dari ternak. Menurutnya, industri komponen dan industri jasa bisa dikembangkan. ”Di industri jasa, kita bisa menerbangkan buruh-buruh ke sana untuk mengajar di Afrika. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya akan menjadi leading tapi akan menjadi tempat performa di Afrika dan Asia,” ucapnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, Seychelles adalah salah satu pulau kecil yang dekat dengan Afrika Selatan yang cukup maju. Produk-produk dari Indonesia terutama tekstil yang dibeli dari Bandung, di sana bisa dijual dengan harga tinggi keEropa dengan sedikit modifikasi.”Harusnya kita bisa memanfaatkan ini untuk mendapatkan nilai tambah dari ekspor kita terutama untuk masuk ke Afrika,” ujarnya.

Dia menyatakan, perlu ada kerja sama dan pembicaraan bilateral agar bisa meningkatkan perdagangan. ”Banyak hal yang bisa dilakukan. Seychelles ini cukup maju. Ibarat Singapura kecil di Afrika,” katanya.

Sumber: koran-sindo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here