Jabar Perbanyak Pengolahan Susu

0
31

susu-sapi-perah

Bisnis.com, BANDUNG—Dinas Peternakan Jawa Barat terus menggenjot pengembangan usaha pengolahan di sektor hilir persusuan guna mendongkrak pendapatan bagi masyarakat.

Kepala Disnak Jabar Dody Firman Nugraha mengatakan pengembangan usaha pengolahan hasil persusuan tersebut diharapkan mampu menyerap dan melibatkan tenaga kerja yang tinggi.

“Program penggenjotan ini salah satunya untuk mewujudkan pencetakan 100.000 wirausaha yang dicanangkan gubernur,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (23/3/2015).

Namun demikian, usaha pengolahan ini harus memenuhi unsur kaidah pengolahan yang baik dan benar sesuai standar mutu yang ditetapkan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sumber daya manusia sebagai pelaku  pengolah yang memiliki ciri-ciri antara lain profesional, berjiwa wirausaha, berdedikasi, disiplin, dan berperan aktif dalam penggunaan teknologi pengolahan produk hasil peternakan tepat guna.

Secara nyata pihaknya beberapa waktu lalu telah menggelar pelatihan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) serta peternak di Bogor.

“Ke depannya kami harap semakin banyak para pelaku usaha yang berkiprah ke arah hilir, sehingga hasil produksi dapat terserap dan dipasarkan dengan baik,” katanya.

Dia mengatakan produk olahan yang telah dihasilkan dari hasil persusuan antara lain menjadi yoghurt, mozarella, dan butter. Hal ini terus dilakukan agar pendapatan masyarakat bisa terdongkrak.

Pihaknya juga terus melakukan pelibatan koperasi peternakan dalam penggenjotan produk olahan.

Bahkan, beberapa produk olahan tersebut sudah merambah luar Jabar bahkan hingga ke luar Jawa.  “Kami tidak khawatir produk ini akan kalah di pasaran,” katanya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah membenahi budidaya sapi perah agar bisa meningkatkan hasil produksi.

Dia menjelaskan keterbatasan lahan membuat peternak sulit mendapatkan pakan hijauan.

Padahal pakan ideal untuk sapi yakni yang proporsi hijauan lebih banyak dibandingkan konsentrat.

“Sapi pada umumnya hanya menghasilkan 10 hingga 12 liter per hari. Namun, diharapkan adanya penggenjotan ini produksi bisa mencapai 14-16 liter per hari,” ujarnya.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here