Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Belum Maksimal Dukung Pelaku UKM

0
127

INILAH, Bogor- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Bogor sejauh ini belum menjangkau secara maksimal dalam mendukung pengembangan produk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Akibatnya, alih-alih bisa bersaing, keberadaan UKM di daerah ini justru menunggu “lonceng kematian” karena minimnya modal.

“Ini yang kami sayangkan. Untuk apa ada BPR kalau tidak bisa menyejahterakan pelaku usaha kecil. Oleh sebab itu, kami segera mengevaluasi keberadaan BPR milik pemkab ini,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Rifdian Surya Darma kepada INILAH, Senin (23/3).

Menurut Rifdian, selain memaksimalkan BPR dalam mendukung perkembangan UKM, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bogor seharusnya bisa meningkatkan chaneling ke perbankan dalam penyaluran kredit usaha kecil.

“Ada uang kita di Bank Jabar sebesar Rp 5 triliun. Kan dana itu tidak akan habis di bulan Januari, sehingga bisa disalurkan untuk membantu pelaku usaha kecil menengah,” ujar Rifdian.

Diakui, pelaku UMKM di Kabupaten Bogor mayoritas bukan bankable karena keterbatasan kemampuan. Mereka tidak bisa mendapatkan permodalan dari perbankan karena tidak memiliki syarat normatif, sebagaimana nasabah konvensional saat mengajukan pinjaman.

“Para UKM itu, mana memiliki jaminan. Namanya juga usaha kecil, seharusnya pemerintah yang menjemput bola dengan memberikan jaminan,” katanya.

Ditambahkan Rifdian, Pemkab Bogor seharusnya bisa mencontoh daerah lain di pulau Jawa yang sudah berhasil membina para pelaku UKM.

Senada dengan Rifdian, Anggota Komisi II lainnya Sudeni mengatakan sebanyak 630 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Bogor masih terkendala permodalan sehingga sulit berkembang.

Kebanyakan dari mereka tidak memiliki agunan jika akan mengajukan kredit melaui bank.

“Ada 630.000 pelaku UMKM di Kabupaten Bogor dan hampir seluruhnya memiliki kendala di permodalan, jika ingin mengajukan kredit ke bank mereka kebanyakan tak punya agunan atau tak kuat atas besarnya bunga pinjaman,” kata Sudeni.

Sekretaris Daerah (Sekda) Adang Suptandar berjanji akan segera memaksimalkan BPR.

“Jumlahnya saya tidak begitu hafal, namun keberadaan BPR memang kita harapkan bisa membantu pelaku UKM,” katanya.

Sumber: inilahkoran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here