Rupiah Anjlok, Picu Harga Kacang Kedelai Naik

0
64

SUKABUMI, (PRLM).- Kenaikan harga kacang kedelai, Rabu (18/3/2015) kembali dikeluhkan para produsen tahu dan tempe di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Mereka mengaku kenaikan harga kedelai hingga mencapai Rp 7.500 hingga Rp 7.700/kg sangat mengganggu aktivitasnya. Para produsen sangat mencemaskan bila kenaikan harga kacang kedelai tidak segera diantisipasi pemerintah, seiring terpuruknya rupiah kini membayang-bayangi ratusan pengusaha tempe dan tahu dari kebangkrutan.

“Seiring harga rupiah terus anjlok mengakibatkan harga kacang kedelai kembali naik. Kenaikan yang cukup signifikan sangat mengkhawatirkan dan mengganggu usaha para pengusaha tempe dan tahu. Kami kembali dibayang-bayangi kebangkrutan,” kata salah seorang produsen tahu Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Munawar, Rabu (18/3/2015).

Kenaikan kacang kedelai yang berlangsung cepat, kata Munawar, sempat mengagetkan para pengusaha tempe dan tahu. Pengusaha yang sebagian besar dari kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) kembali terpuruk. Apalagi kurang dari sepekan kenaikan terjadi untuk ketiga kalinya.

Harga kacang kedelai awal Maret ini, hanya kisaran Rp 6.200 – Rp 6.300/kg sempat bertahan hingga Rp 7.100/kg.

“Kami pastikan harga kacang kedelai menembus harga kisaran Rp 8.000/kg. Padahal awal Januari hingga Februari harga kedelai sempat kisaran Rp 5.900/kg. Kenaikan kacang kedelai sudah berlangsung tiga kali dalam sebulan terakhir ini,” tukasnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here