Ekspor Pekalongan 26,616 Juta Dolar AS

0
20

FOTO-GEBYAR-UKM-2014-_-Produk-UMKM-Dipamerkan-di-Mal-370x218

PEKALONGAN – Nilai ekspor beberapa komoditas Kota Pekalongan ke sejumlah negara sepanjang tahun 2014 hingga pertengahan Maret tahun ini mencapai 26,616 juta dolar AS. Tercatat ada tujuh komoditas unggulan ekspor Kota Pekalongan. ”Tujuh komoditas unggulan ekspor Kota Pekalongan adalah sarung tenun, sarung batik, garmen, benang, ikan kaleng, surimi dan cangkang kepiting kering,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan, Supriyono di selasela Pelatihan Prosedur Ekspor di Hotel Horison.

Pelatihan Prosedur Ekspor diselenggarakan Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan bekerja sama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan. Pelatihan yang diikuti 30 pengusaha batik dan handycraft di Kota Pekalongan diselenggarakan selama tiga hari, Senin (16/3) hingga Rabu (18/3). Dijelaskannya, beberapa negara tujuan ekspor Kota Pekalongan di antaranya Thailand, Malaysia dan Singapura untuk produk batik sarung dan sarung tenun. Sedangkan produk ikan diekspor ke Afrika.

Tak Berlabel Namun menurut Supriyono, selama ini banyak produk eskpor asal Kota Pekalongan tidak berlabel Kota Pekalongan. “Karena selama ini sebagian besar pengusaha yang ekspor masih menggunakan pihak ketiga, tidak mengekspor secara langsung,” tuturnya. Hal tersebut, kata dia, terjadi karena ketidakpahaman para pengusaha terkait prosedur dan mekanisme ekspor. “Karena tidak paham prosedur ekspor, para pengusaha takut terhadap risiko yang akan dihadapi jika mengekspor sendiri. Sehingga akhirnya untuk ekspor dipihakketigakan,” ucapnya.

Padahal, dia menambahkan, apabila ekspor ditangani sendiri akan memberikan penghasilan yang lebih besar. “Karena dipihakketigakan, hasilnya tidak bisa dinikmati pengusaha lokal,” tambahnya.

Karena itu, Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan bekerja sama dengan BBPPEI menyelenggarakan pelatihan prosedur ekspor. Dijelaskannya, pelatihan tersebut merupakan pelatihan periode kedua yang diselenggarakan. Sebelumnya, telah digelar pelatihan dasar ekspor di tempat yang sama. Pelatihan prosedur ekspor dibuka Wakil Wali Kota, AAlf Arslan Djunaid.

Wakil Wali Kota berharap, setelah mengikuti pelatihan tersebut, para pengusaha memahami prosedur dan mekanisme ekspor. Dengan begitu nantinya para pengusaha bisa melakukan ekspor secara langsung tanpa melalui pihak ketiga. “Batik dan handycraft menjadi daya ungkit agar perekonomian Kota Pekalongan lebih baik lagi,” harapnya. Pelatihan prosedur ekspor hari itu mendatangkan instruktur dari Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Hesty Dharmanita Wianggawati.

Sumber: suaramerdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here