Wanita Ini Buka Lapangan Kerja untuk Narapidana Batam

0
62
HaQeJw3IoF
Lusia Efriani Kiroyan, Founder Cinderella from Indonesia Center. (Dok Jitunews).

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ajang kegiatan sosial memang memiliki berbagai dampak positif. Salah satunya yakni terbukanya sebuah lapangan usaha yang sedikitnya membantu kesejahteraan masyarakat kecil. Seperti yang dilakukan oleh Lusia Efriani Kiroyan, pemilik Cinderella From Indonesia Center (CFIC).

Bermula dari kegiatan sosial, wanita yang akrab disapa Lusi ini, mencoba merangkul para wanita single parent, anak jalanan, dan napi wanita yang dipandang sebelah mata. Hal tersebut dilakukannya agar nantinya mereka bisa hidup lebih layak.

Alhasil, pada tahun 2013, para wanita single parent, anak jalanan, serta napi wanita tersebut, mulai bekerja sama dengan CFIC. Ditemui jitunews.com di acara pameran UKM Mandiri, JCC, Senayan-Jakarta Selatan, Lusi mengungkapkan, CFIC merupakan sebuah mimpi sosial yang kini bisa terwujud. Lusi menambahkan, untuk napi wanita, Ia bekerja sama dengan Rutan Baloi dan Lapas Barelang yang berada di Batam. Agar lebih berkembang, kini Lusi juga bekerja sama dengan para penghuni Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Cinderella From Indonesia Center merupakan wadah sosial, yang menghasilkan produk berupa boneka barbie berkostum batik khas nusantara. Selain ini, saya juga punya usaha kecil-kecilan bertajuk arang batok kelapa, yang sudah berjalan sejak tahun 2008,” tambah Lusi, Jumat (13/03).

Demi mensejahterahkan para wanita single parent, anak jalanan, dan napi wanita yang secara tak langsung merupakan karyawannya, Lusi membayar mereka Rp 10.000/potong kostum batik barbie yang lolos quality control. Sedangkan untuk pemasarannya, Lusi lebih banyak memasarkan produknya ke luar seperti Amerika, Singapura dan Malaysia dengan harga sekira 10-15 dollar.

“Kalau di Indonesia pangsa pasarnya lebih kecil. Sehingga saya hanya memasarkan produk lewat expo-expo seperti ini. Kemudian, jika disetarakan dengan konveksi pada umumnya, para bos konveksi biasanya hanya memberi bayaran kepada karyawannya sekitar Rp 800-Rp 1.000/potong baju yang dihasilkan,” ungkap Lusi.

Bagi Lusi, ini adalah usaha berkonsep “dari mereka untuk mereka”. Sebabnya, hasil penjualan produk-produk tersebut, akan dipakai kembali untuk biaya produksi. Sehingga para wanita single parent, anak jalanan, dan napi wanita bisa terus berkarya, dan kantong mereka pun terisi.

Lusi kembali menuturkan, modal-modal yang digunakan untuk mengembangkan usaha ini tak hanya berasal dari kantongnya saja, namun juga dari para donatur yang terdorong hatinya untuk ikut membantu, terutama donasi yang diberikan oleh duta besar Amerika untuk Indonesia lewat ajang Youth South East Asia Leader Initiative.

Perjuangan Lusi demi kesejahteraan para wanita yang dipandang sebelah wanita tak berhenti sampai di situ. Ia berharap, di tahun 2015 ini CFIC sudah mampu berdiri kokoh. Agar hal tersebut bisa tercapai, CFIC akan melakukan roadshow produk yang meliputi wilayah Jakarta, Batam, dan Singapura.

“Jika ada donasi lagi, besar harapan saya untuk membentuk sebuah charity shop atau training center, yang nantinya berfungsi sebagai tempat berkarya bagi para napi yang sudah bebas, sehingga mereka bisa memperoleh kehidupan yang lebih layak,” tutup wanita yang pernah bersekolah di Amerika dan Australia ini.

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui CFIC lebih dalam, Anda bisa membuka situs resminya di www.cinderellafromindonesia.org. Yuk lebih peduli terhadap sesama!

Sumber: jitunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here