Ini Permintaan Asosiasi Pembuat Game Kepada Badan Ekonomi Kreatif

0
66

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Andi Suryanto mengatakan potensi sumber daya manusia di sektor ini sangat besar. Pasalnya, banyak anak-anak muda Indonesia memiliki pemikiran kreatif dan inovatif. Beberapa insan kreatif di Tanah Air terbukti mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang diakui oleh pasar internasional.

“Performa insan kreatif jika dibandingkan dengan negara asean saat ini cukup bagus, tetapi belum maksimal. Kami berharap Bekraf bisa mencari solusi tepat untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha,” ujarnya disela-sela konferensi pers Asean Youth Creative Industri Fair di Jakarta, Selasa (25/2/2015).

Dia menuturkan masalah utama yang menghantui para pelaku usaha industri kreatif, khususnya game dan konten digital, adalah permodalan. Banyak lembaga perbankan enggan memberi suntikan dana untuk mengembangkan subsektor ini lantaran didominasi oleh anak-anak muda yang belum memiliki akses ke bank (bankable). Padahal, pangsa pasar para gamers dan pemakai konten digital di kawasan Asean sangat menggiurkan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Niko Partners, perolehan di sektor ini selama 2014 mencapai US$900 juta dan diprediksi melonjak menjadi US$1,2 miliar pada 2017. Negara-negara yang menyumbang kontribusi terbesar, yaitu Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Kendati prospektif, Andi mengatakan produsen game dan konten digital asal Indonesia belum menikmati perolehan tersebut karena kalah saing dengan negara-negara yang telah memiliki infrastruktur yang mumpuni a.l. Jepang dan Finlandia. “Kalau gak buru-buru mencari solusi, Indonesia bisa-bisa hanya menjadi pasar,” pungkasnya.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here