Kulon Progo Contoh Pengembangan Wirausaha

0
96

YOGYAKARTA – Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dijadikan kabupaten percontohan wirausaha melalui sejumlah program pengembangan kewirausahaan terpadu di wilayah itu. Daerah itu dinilai memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan oleh masyarakat sekitarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetyo, mengatakan Kulon Progo layak dikembangkan menjadi kabupaten wirausaha karena berbagai faktor.

Di Kulon Progo, kata dia, akan banyak dikembangkan megaproyek termasuk bandara, jalan tol, dan fasilitas pendukung lainnya. Keberadaan bandara tersebut diyakini akan semakin mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Kulon Progo. “Untuk itu, masyarakat setempat harus siap menghadapi perkembangan tersebut. Bila tidak siap, kita hanya jadi penonton yang baik,” kata Prakoso sesuai membuka Pelatihan Wirausaha di Kulon Progo, akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan Kulon Progo juga merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumber daya manusia yang kreatif dan sumber daya alam yang melimpah. Di sektor pertanian, daerah ini memiliki sejumlah komoditas yang layak untuk dikembangkan agar memiliki nilai tambah, misalnya rambutan, melon dan salak.

Di sektor kerajinan, Kulon Progo juga memiliki potensi yang patut untut untuk dikembangkan, yakni kerajinan batik. Apalagi sektor ini memiliki potensi yang sangat luar biasa dan batik di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang belum ada lawannya di dunia.

Selain Kulon Progo, Kementerian Koperasi dan UKM akan menjajaki lebih banyak kabupaten/kotamadya lain yang potensial menjadi kota wirausaha dan layak didukung pengembangannya.

Untuk Kulon Progo, Kemenkop dan UKM menjadikannya sebagai tempat untuk memulai rangkaian gerakan kewirausahaan nasional tahun ini. Pihaknya menggelar rangkaian pelatihan keterampilan bagi masyarakat Kulonprogo di antaranya pelatihan menjahit, konveksi, pengolahan ikan, pengolahan buah, dan kerajinan tenun.

Menjelang MEA

Menurut Prakoso, gerakan kewirausahaan harus terus dimasyarakatkan terlebih menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “MEA juga akan segera diberlakukan yang artinya persaingan akan semakin ketat baik barang maupun jasa termasuk tenaga profesional. Kita harus segera mempersiapkan diri karena negara lain juga sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari,” katanya.

Ia menegaskan jiwa dan semangat kewirausahaan harus terus-menerus ditumbuhkan dan di sisi lain semua pihak juga harus mendorong peningkatan ketrampilan teknis para pelaku koperasi dan UKM.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, H Sutedjo, mengatakan Kukonprogo memang memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan. Karena itu, pihaknya penyambut positif upaya Kemenkop dan UKM untuk memberika pelatihan di daerah ini.

Kulon Progo penghasilan buah yang banyak, namun ketika panen harga jatuh, sehingga harus dikembangkan untuk inovasi produk. “Dengan pelatihan ini kami berharap Kulon Progo memiliki sumber daya manusia yang handal, terlebih menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN,” katanya.

Sumber: Koran-Jakarta.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here