Pakaian Bekas Impor Gencet UKM Garmen

0
8

Bisnis.com, JAKARTA–Masuknya pakaian bekas impor ke pasar domestik tak hanya berbahaya bagi kesehatan konsumen, tetapi pelaku usaha kecil menengah yang memproduksi aneka tekstil.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan pakaian bekas impor dibanderol dengan harga yang sangat murah. Hal ini membuat produk tekstil yang diproduksi UKM lokal kalah bersaing.

“Banyak produsen tekstil skala UKM mengeluhkan peredaran baju bekas di pasar makin meluas. Harga jualnya juga sangat murah mulai dari Rp10.000 per potong. Harga produksi satu baju mana cukup segitu,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (5/2/2015).

Menurutnya, baju bekas dimasukkan ke dalam kategori sampah oleh masyarakat yang tinggal di negara asal. Mereka menyumbangkan ke lembaga sosial atau bahkan membuang barang-barang karena sudah tidak dipakai lagi.

Ternyata, ada beberapa kalangan yang memandang sampah ini sebagai komoditas yang bisa menghasilkan keuntungan.

Dia meminta pemerintah untuk memberikan sanksi tegas bagi importir atau penjual pakaian bekas yang ada di pasar. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk memproteksi bisnis pengusaha UKM, tetapi juga konsumen yang memakainya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memaparkan riset uji laboratorium pada 25 sampel dan menemukan sejumlah bakteri a.l. staphylococcus, bakteri escherichia, dan jamur dalam pakaian impor bekas tersebut. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit kulit, jerawat, gangguan pencernaan, hingga gangguan saluran kelamin.

“Masyarakat Indonesia itu terkadang tak memikirkan kualitas. Mau barangnya bekas atau baru mereka akan beli asal murah. Harga jual berbanding lurus dengan kualitas produk. Baju bekas memang murah, tetapi mengandung penyakit yang berbahaya bagi kesehatah,” tambah Ade.

Sumber: bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here