Subang Siap Hadapi MEA

0
2

SUBANG-Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015 yang digulirkan pemerintah pusat pada 2015 ini, Bupati Subang Ojang Sohandi mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapinya.

“Sudah dan sedang dirancang, termasuk SDM warga dan penguatan produktivitas dan pemasaran Usaha Kelas Menengah (UKM) termasuk di dalamnya home industri,” kata Ojang, Minggu (25/1).

Menurutnya, siap tidak siap harus menyiapkan diri untuk menyongsong MEA. Secara kesiapan pihaknya sudah siap, sejumlah langkah-langkah dan strategi sudah dilakukan dan akan terus dilakukan.

“Secara konprehensif menyiapkan SDM masyarakat tidak menjadi penonton tapi pelaku,” ujarnya.

Menurut Ojang, kehadiran MEA akan dititik beratkan pada persaingan kualitas SDM dan persaingan perdagangan global negara di Asia. Oleh sebab itu, upaya yang dilakukan Pemkab Subang pada penguatan SDM dan produktivitas UKM.

Kusus menyangkut SDM, tambah Ojang, peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang diharapkan bisa berperan dengan mengadakan pelatihan ketenagakerjaan dan SDM dan memasukkan program studi kaitannya dengan skill di lembaga pendidikan.

“Kita menyiapkan masyarakat jangan jadi penonton tapi pelaku, makanya kita minta Disnakertrans kita harus menyiapkan SDM dengan mengadakan pelatihan, dan meminta Poltikenik Negeri membuka jurusan yang ada relasinya dengan persaingan pasar,” jelasnya.

Sementara untuk UKM, kata dia, Subang dianugerahi penghargaan sebagai Kabupaten Halal menjadi pintu masuk penguatan basic ekonomi kerakyatan. Ojang menjelaskan, dari 700 produk yang ada di Subang, sudah 600 produk mendapat dilisensi halal.

“Kita akan lakukan pelatihan melalui Dinas Indagsar dan Koperasi, termasuk strategi pemasaran atau promosi produk mereka ke pasar. Yang akan kita garap, mislanya, nanti di jalan tol ada rest area, kita minta di sana harus ada produk kita,” katanya.

Menurut Ojang,menyangkut masalah modal bukan satu-satunya masalah yang dihadapi oleh UKM,tapi masalah  kita ialah  pemasaran.Maka,kita akan melakukan pendekati secara regulasi, dg pemerintah pusat.

Sementara menurut Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih, untuk bisa bersaing, harus dilakukan regulasi kemasan dan penguatan promosi produk yang dimiliki Kabupaten Subang.

“Untuk bisa bersaing, kita harus membuat kemasan yang menarik, dan tentu saja rasa dan kwalitasnya harus dikuatkan. Secara kebijakan, pemerintah akan membantu upaya promosi,” kata Imas.

Sumber: radarbandung.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here