Transaksi Online Jadi Primadona

0
104

Transaksi online atau e-commerce diperkirakan semakin booming. Utamnya, saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diterapkan akhir 2015. Banyak pengusaha yang diprediksi akan memanfaatkan internet sebagai sarana perdagangan dan promosi di pasar ASEAN.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erik Hidayat menyatakan, di era MEA nanti, komunikasi pengusaha Indonesia dengan pengusaha negara lain anggota ASEAN bakal semakin intensif. Itu dikarenakan hubungan bisnis tidak lagi bersifat lokal, tetapi regional. ’’Siapa yang menguasai regional, dia yang akan menang,’’ ujarnya, Selasa (13/1).

Menurut Erik, pengusaha Indonesia akan menjadikan transaksi online sebagai salah satu cara untuk memasarkan produk. Selain itu, pengusaha bakal lebih sering melakukan transaksi via online daripada bertemu langsung. ’’E-commerce akan semakin banyak digunakan pengusaha untuk menyiasati jarak. Tidak hanya untuk memasarkan produk, tapi juga transaksi,’’ katanya.

Masalah jarak, lanjut dia, akan muncul ketika MEA diberlakukan. Sebab, perdagangan bakal dilaksanakan antarnegara sehingga jangkauan pemasaran antara penjual dan pembeli lebih sulit jika dibandingkan di dalam negeri. ’’Tapi, ini harus didukung akses internet yang bagus sehingga pemerintah sebaiknya mulai membahas ini,’’ tukasnya.

Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Usaha Dagang Mikro Kecil dan Menengah serta Promosi Ekspor Kementerian Perdagangan Retno Puji Ade Astuti memperkirakan transaksi online semakin marak dipakai masyarakat. ’’Tren yang ada sekarang, masyarakat kelas menengah atas suka belanja online karena faktor kepraktisan,’’ sebutnya.

Kehadiran era MEA pada 2015 akan berdampak pada integrasi ekonomi regional, misalnya dalam hal arus barang dan jasa, komunikasi, serta keuangan. Dengan didukung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang baik, pihaknya yakin e-commerce bisa menjadi salah satu alat pertumbuhan ekonomi. ’’Sekarang saatnya pemerintah meningkatkan akses internet,’’ tambahnya.

Saat ini, lanjut Retno, Kementerian Perdagangan juga berusaha menyusun langkah positif untuk meningkatkan performa e-commerce di Indonesia. Salah satunya, meningkatkan kemampuan usaha kecil menengah (UKM) dalam melakukan promosi dan transaksi via online. ’’UKM harus mampu menguasai e-commerce kalau ingin usahanya maju,’’ jelasnya.

Sumber: indopos.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here