PNM Tingkatkan Kontribusi ke UKM

0
70

 

JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ingin menggenjot nilai kontribusinya ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dengan mengusulkan menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) dari 300 miliar rupiah menjadi 1 triliun rupiah.

 

“Potensi dan prospek sektor UKM sangat menjanjikan. Apalagi, sektor ini terbukti mampu bertahan bahkan menjadi penyelamat ekonomi negara dari tekanan krisis. Kita ingin menggenjot kontribusi ke sektor ini,” kata Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1).

 

Dijelaskannya, sejak awal pendirian perseroan bermodalkan PMN sebesar 300 miliar rupiah dan belum ditambah. Sejauh ini, perseroan mampu mereaktualisasikan maksud dan tujuan pendiriannya melaksanakan aktivitas pembiayaan dan jasa manajemen untuk pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) dalam PP RI No 38 Tahun 1998.

 

“Kapasitas kegiatan usaha PNM perlu dikembangkan melalui penambahan penyertaan modal negara yang sudah diusulkan sebesar 1 triliun rupiah,” katanya.

 

Menurutnya, tambahan modal ini dapat meningkatkan kemampuan PNM dalam memperoleh sumber-sumber dana komersial dan meningkatkan kapasitas PNM untuk melakukan pembiayaan melalui Unit Layanan Mikro (ULaMM) serta pendampingan usaha melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

 

Adanya penambahan modal sebesar 1 triliun rupiah, PNM akan meningkatkan pembiayaan kepada 1,02 juta UMK, yang akan menyerap 2,2 juta tenaga kerja dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan 8,9 juta orang.

 

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pembangunan 1.200 kantor layanan di 34 provinsi dan mengembangkan 500 klaster UMK. Selain itu, UMK yang dibiayai akan semakin meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga mendukung akselerasi program pengurangan kemiskinan oleh pemerintah.

 

Hingga akhir 2014, target total pembiayaan (outstanding) UKM dari PNM sekitar 3,7 triliun rupiah. Total pembiayaan yang telah disalurkan hingga November 2014 sebesar 3,668 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar 3,109 triliun rupiah.

 

Pembiayaan langsung melalui Unit Layanan Mikro (ULaMM) PNM hingga November 2014 telah dimanfaatkan oleh 80.050 UMKM.

 

Sumber: koran-jakarta.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here