Wisata Kuliner Sarapan di Berbagai Kota

0
45

 

Suka jalan-jalan? Suka wisata kuliner kalau lagi jalan-jalan? Coba sesekali nggak sarapan di hotel, melainkan membaur bersama warga lokal di kedai-kedai yang menjual makanan khas untuk memulai hari. Tempat-tempat seperti ini biasanya ramai di pagi hari, dipenuhi oleh warga sebelum berangkat kerja dan wisatawan yang penasaran, hehe…

 

Melihat warga lokal yang bangga dengan kuliner khasnya, bahkan rela menunggu lama hingga mendapat tempat. serta usaha kedai yang turun-temurun, bahkan tak jarang pemiliknya masih ikut melayani pelanggan. Untuk wisatawan, ini adalah pengalaman otentik khas daerah yang dikunjungi. Untuk kedai-kedai tradisional tersebut, ini adalah bekal mereka untuk menjadi komunal brand.

 

Berikut tempat-tempat yang pernah dikunjungi oleh tim Bukan Akademi dan RumahUKM:

 

•    Kedai Kopi KimTeng, Pekanbaru
Nama KimTeng diambil dari nama pendirinya, Tang Kim Teng, seorang pria berdarah Tionghoa kelahiran Singapura. Beliau tergabung dalam Resimen IV Riau dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kini, Kedai Kopi KimTeng dikelola oleh Mulyadi Tenggana, cucu dari Tang Kim Teng. Kedai yang terkenal dengan kopi dan roti sarikaya ini menerapkan sistem sewa tempat sehingga pedagang makanan lain seperti mie ayam dan lainnya bisa berjualan di tempatnya. Kopi KimTeng didatangkan dari Solok, Sumatera Barat. Rasanya yang kuat dan kental terasa mantap disandingkan dengan roti sarikaya.

 

Kedai Kopi Kimteng berlokasi di Jalan Senapelan No. 22, Pekanbaru. Meskipun memiliki ruangan yang cukup luas, pengunjung harus siap menunggu mendapat tempat karena KimTeng selalu ramai oleh pelanggan terutama di pagi hari. Karena ramai, tidak heran apabila kita menemui berbagai iklan produk atau jasa yang dipasang di berbagai sudut ruangan.

 

•    Jalan Roda, Manado
Kawasan Jalan Roda atau yang biasa disebut Jarod ini adalah pusat warung kopi di Manado. Nama Jalan Roda diambil dari sejarahnya sebagai tempat berkumpulnya masyarakat luar kota Manado untuk menaruh roda (gerobak yang ditarik kuda) sambil beristirahat dan bercengkerama.

 

Banyak pengelola warung kopi yang termasuk dalam kompleks Pasar Bendar ’45 ini. Uniknya, mereka memiliki komunitas sendiri yang menjadi pelanggan tetapnya. Ada warung kopi yang biasa dikunjungi seniman, wartawan, pejabat, dan lainnya. Warga dari berbagai penjuru kota dan latar belakang bercengkerama disini sambil menikmati kopi atau kue khas Manado. Kalau datang sendiri kesini, jangan heran kalau tiba-tiba diajak ngobrol sama warga lokal karena orang Manado memang ramah dan mudah akrab dengan siapa saja. Di jalan roda terkenal istilah ‘kopi stenga’ atau kopi setengah gelas, juga ‘kopi lombo’ kopi yang tak terlalu pekat. Untuk menemani kopi, pengunjung bisa memesan roti bakar atau pisang Goroho goreng yang disajikan dengan dabu-dabu roa. Untuk menu sarapan, Bubur Tinutuan atau Nasi Kuning dengan Cakalng Fufu bisa menjadi pilihan yang lezat.

 

•    Nasi Jamblang dan Docang, Cirebon
Jalan-jalan ke kota yang terkenal dengan terasi belum lengkap tanpa wisata kuliner. Warga Cirebon biasa makan Docang dan Nasi Jamblang untuk sarapan mereka. Docang adalah makanan sejenis lontong sayur dengan kuah kemerahan. Isi Docang biasanya terdiri dari lontong, toge, daun singkong, oncom, dan biasa dimakan dengan kerupuk. Tim Rumah UKM mencoba Docang di depan Gedung BAT (British American Tobacco), dan yang paling terkenal adalah Docang Jl. Siliwangi, Cirebon.

 

Untuk Nasi Jamblang, Tim Rumah UKM mencoba Nasi Jamblang Ibu Nur Jl. Cangkring II No. 34. Awalnya, rumah makan NasJam yang dimiliki Ibu Indah Nurlaili ini ngehits di Twitter. Tidak hanya ngehits di media sosial, tapi pilihan lauk yang enak-enak juga membuat NasJam Ibu Nur tidak pernah sepi didatangi warga lokal maupun wisatawan. Lokasinya yang sangat strategis, tidak jauh dari Stasiun Cirebon Kejaksan, pas untuk wisatawan yang kelaparan karena tidak sempat sarapan sebelum naik kereta pagi. Nasi Jamblang yang ditempatkan di piring beralas daun jati ini biasanya dimakan bersama lauk seperti cumi hitam, oseng tempe dan perkedel kentang goreng.
Twitter: @nasjamIbuNur

 

Sumber:
http://sulutpromo.com/en/umum/9-rumah-kopi-favorit-di-manado/
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/04/09/bapontar-di-manado-549319.html
http://www.minumkopi.com/persona/17/04/2013/jalan-roda-antara-aku-dan-kopi-lombo/#.VJFDonKSwig
Nongkrong Anteng di Kopi Kimteng
http://yudisufiadi.blogspot.com/2014/02/mau-sarapan-pagi-yang-pedas-nasi-kuning.html

Kuliner Cirebon, Nasi Jamblang Ibu Nur dan Jamblang Pelabuhan


http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2013/11/14/docang-kuliner-unik-dari-cirebon-607919.html

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here