Makassar dan Cita Rasa Kulinernya yang Luar Biasa

0
7

Berbicara tentang Makassar mungkin kita akan mengenal sosok salah satu pahlawan termahsyur di Indonesia yaitu Sultan Hasanuddin. Saat bertakhta Sultan Hasanuddin dikenal sebagai pemimpin yang ulung, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerjaan-kerajaan kecil di timur Indonesia untuk melawan Kompeni Belanda. Belanda yang diwakili Kompeni berusaha menguasai rempah-rempah di sana.

Rempah-rempah sendiri sudah menjadi bagian dari banyak bumbu makanan khas Indonesia karena aroma dan cita rasanya yang kuat. Maka tidak heran jika Makassar sendiri memiliki banyak variasi kuliner yang lezat, belum lagi hasil lautnya yang melimpah membuat Makassar juga terkenal akan makanan hasil lautnya.

Bukan Akademi yang diinisiasi oleh Pak Subiakto dan Bu Dwita Soewarno beberapa bulan yang lalu sempat mampir ke banyak kota di Indonesia untuk menyampaikan materi Branding UKM, sebuah materi yang disiapkan untuk membuat UKM ngeh dan bersinergi bersama mengahadapai sebuah era baru yaitu era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di antara kota-kota yang dikunjungi tersebut salah satunya adalah Makassar.

Betapa beruntungnya Bukan Akademi bisa berkunjung ke Makassar. Beberapa makanan lezat pun tidak mungkin luput untuk menyambut. Tidak hanya kehangatan teman-teman di Makassar saja yang membuat perjalanan ini menjadi menyenangkan, tapi juga kehangatan kulinernya seperti Pallu Basa dan Coto Makassar, belum lagi ditambah kesejukan Es Pisang Ijo. Ternyata sambutan hangat dan sejuk juga bisa datang dari sebuah makanan.

 

makassar

 

Makanan-makanan khas Makassar tersebut sudah tentu menjadi identitas bagi masyarakat Makassar atau Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Rasa bangga memiliki makanan khas yang lezat tersebut sudah menjadi keunggulan tersendiri bagi Makassar. Rasanya sulit membayangkan makanan dari negara tetangga ASEAN lain untuk bisa datang ke Makassar dan menandingi keperkasaan kuliner Makassar. Pertanyaannya kenapa sepertinya makanan-makanan ini kurang populer?

Jika banyak restoran bintang lima memiliki menu Tom Yum yaitu sebuah sup yang berasal dari Thailand di berbagai belahan dunia, harusnya Coto Makassar, Sop Konro , atau Pallu Basa juga bisa sepopuler itu. Di lidah penulis, cita rasa semangkuk makanan hangat Makassar tersebut tidak kalah dari semangkuk Tom Yum.

Beberapa makanan dari Indonesia sudah banyak yang populer di negara tentangga misal di Malaysia. Beberapa restoran Indonesia tidak sepi pengunjung. Fenomena terbaru dalam satu tahun ke belakang adalah meningkatnya popularitas Ayam Penyet di Malaysia. Tiba-tiba masakan asal Jawa Timur ini booming di sana, berbondong-bondong berbagai kedai ataupun restoran memuat Ayam Penyet sebagai menu andalan. Belajar dari Ayam Penyet, rasanya beberapa makanan khas Makassar juga bisa mendapatkan popularitas yang tinggi di negeri jiran tersebut.

Bagi pembaca yang belum pernah mencicipi makanan-makanan khas Makassar, penulis sarankan untuk cari tempat terdekat yang menjual makanan Makassar, karena lezatnya makanan Makassar sangat sayang untuk dilewatkan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here